Hilang Sejak Sabtu Sore, Pelajar yang Terseret Ombak di Airlangkap Ditemukan Meninggal Dunia

KAUR, RJ News.id – Seorang pelajar yang terseret ombak di kawasan Pantai Wisata Airlangkap, Kabupaten Kaur, Bengkulu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Reynaldi, pelajar asal Desa Rigangan, Kecamatan Kelam Tengah, Padang Guci, Kabupaten Kaur. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang bersama teman-temannya pada Sabtu (30/5/2026) sore.

BACA JUGA :  Jalan Provinsi Menuju Muara Sahung Menyempit Akibat Semak Belukar, Warga Pertanyakan Kinerja PUPR Bengkulu

Peristiwa bermula ketika sejumlah pelajar mandi dan berenang di area pantai wisata tersebut. Namun, salah satu dari mereka, Reynaldi, terseret arus ombak.

Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh rekan-rekannya, tetapi tidak berhasil menyelamatkan korban.

Tim SAR gabungan bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian sejak Sabtu sore. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyisiran pantai, penyelaman, pengerahan perahu, hingga pemantauan udara menggunakan drone. Namun, korban belum ditemukan hingga malam hari.

BACA JUGA :  BPK Temukan Denda Keterlambatan Rp824 Juta Proyek RS Pratama Kaur, Belum Disetor ke Kas Daerah

Pencarian dilanjutkan pada Minggu malam hingga dini hari. Seorang warga yang ikut dalam proses pencarian menyampaikan bahwa korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan dini hari menjelang pagi, hanya beberapa meter dari lokasi awal terseret ombak,” ujar warga tersebut.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Rigangan untuk disemayamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

BACA JUGA :  Nasabah Keluhkan Dana Sertifikasi Guru Rp15 Juta Dijadikan Agunan Pinjaman, Ini Penjelasan Kepala Unit Bank Bengkulu KCP Kaur Selatan

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk sementara tidak melakukan aktivitas mandi atau berenang di Pantai Airlangkap.

Hal ini disebabkan kondisi gelombang laut yang sedang tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan. (Jhr)