KAUR, RJNews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur menggelar rapat koordinasi penguatan implementasi jejaring supervisi fasilitas layanan Program Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kaur.
Kegiatan yang mengusung tema Penguatan Implementasi Jejaring dalam Pelaksanaan Program Kesehatan Gizi KIA Kabupaten Kaur tersebut berlangsung di Aula Lantai III Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, kawasan Perkantoran Pondok Pusaka, Rabu (17/6/2026).
Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Yosep Pratama, S.Kep., yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.
Dalam sambutannya, Yosep menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci kemajuan daerah. Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil, bayi, balita, dan anak usia sekolah sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan mampu mendukung pembangunan Kabupaten Kaur di masa depan,” ujar Yosep.
Kegiatan tersebut dihadiri kepala puskesmas se-Kabupaten Kaur, perwakilan klinik, bidan praktik mandiri yang tergabung dalam jejaring puskesmas, serta organisasi profesi kesehatan.
Hadir sebagai narasumber, dr. Della Mawros, M.Med.Sc., Sp.A, dokter spesialis anak RSUD Kaur, dan dr. Nurul Mubin, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Kaur.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya penguatan program Gizi KIA, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, serta pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Pemeriksaan kehamilan, kata mereka, idealnya dilakukan minimal enam kali selama masa kehamilan untuk mendeteksi dini risiko yang dapat membahayakan ibu maupun janin. Pemeriksaan tersebut mencakup standar pelayanan antenatal terpadu atau pemeriksaan 12 T.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penguatan layanan skrining bayi baru lahir sebagai upaya deteksi dini berbagai gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
Pada kesempatan yang sama, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat pelaksanaan Program Gizi KIA, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memastikan pelaksanaan skrining bayi baru lahir di seluruh fasilitas kesehatan dan jejaring puskesmas.
Komitmen tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kaur.
Menutup kegiatan, Yosep Pratama mengimbau seluruh fasilitas kesehatan untuk melengkapi sarana, prasarana, dan peralatan medis yang dibutuhkan guna menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Ia juga menegaskan bahwa fasilitas kesehatan yang belum memiliki kelengkapan layanan persalinan sesuai standar agar segera merujuk ibu hamil ke rumah sakit terdekat guna menjamin keselamatan ibu dan bayi.
“Dengan sistem rujukan yang tepat dan pelayanan kesehatan yang sesuai standar, keselamatan ibu dan anak dapat lebih terjamin,” pungkasnya. (Jhr)







