Optimalkan Program Home Care, Gus Fawait Libatkan OPD dan Bidik 25 Ribu Keluarga

JEMBER, RJ News.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperluas program layanan kesehatan gratis *Home Care* dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan kepala puskesmas. Program tersebut ditargetkan menjangkau 25 ribu keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan secara rutin.

Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan hal itu saat mengunjungi warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026).

Menurut Gus Fawait, penanganan persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan.

“Penanganan masalah kesehatan masyarakat tidak bisa dibebankan kepada tenaga kesehatan semata. Kegiatan ini membutuhkan sinergi menyeluruh dari berbagai pihak,” ujarnya.

Program Home Care diperkuat setelah evaluasi di lapangan menunjukkan masih terdapat masyarakat miskin dan penderita penyakit kronis yang mengalami kendala dalam mengakses fasilitas kesehatan. Hambatan tersebut antara lain keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik.

BACA JUGA :  Nikmati Musik dan Fasilitas Lengkap di Sajiwa Fest 2025, dari Nail Art hingga Rooftop SA.JIWA

“Banyak dari mereka terhalang keterbatasan ekonomi maupun fisik, meskipun pemerintah sudah menyediakan fasilitas pengobatan gratis,” jelas Gus Fawait.

Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Pemkab Jember membagi tanggung jawab pengawasan di setiap kecamatan dengan melibatkan lintas OPD. Camat dan kepala puskesmas turut dilibatkan dalam pelaksanaan serta pemantauan program.

Dinas Kesehatan melalui puskesmas bertanggung jawab terhadap aspek teknis medis dan pengobatan rutin bagi pasien. Sementara itu, Dinas Sosial menangani pendataan serta aspek kemiskinan masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

BACA JUGA :  Rakernis Humas Polda Jambi: Kadis Kominfo Ariansyah Soroti Peluang dan Ancaman AI di Era Digital

Selanjutnya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman mengidentifikasi rumah tidak layak huni yang dapat disinergikan dengan program bedah rumah. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membantu menyelesaikan persoalan administrasi kependudukan.

Adapun Dinas Komunikasi dan Informatika berperan dalam mendukung publikasi serta keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan program Home Care.

Pada tahap awal, Pemkab Jember telah menyelesaikan uji coba pendataan dengan sasaran 25 ribu keluarga. Keluarga penerima manfaat tersebut direncanakan mendapatkan kunjungan secara rutin setiap bulan.

Gus Fawait mengatakan, program tersebut diprioritaskan bagi lima kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, yakni lansia dengan keterbatasan fisik, ibu hamil berisiko tinggi, anak dengan masalah stunting, penyandang disabilitas, serta masyarakat miskin yang menderita penyakit menahun atau kronis.

BACA JUGA :  Usai RDP dengan OJK, Waka DPRD Provinsi Jambi Tegaskan Dana Nasabah Bank Jambi Aman

“Layanan ini diprioritaskan bagi lima kategori warga yang paling membutuhkan, yaitu lansia dengan keterbatasan fisik, ibu hamil berisiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas, hingga masyarakat miskin penderita sakit menahun atau kronis,” ujarnya.

Gus Fawait menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk layanan kesehatan, merupakan bagian penting dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Pemkab Jember akan terus melakukan pendataan dan menyisir permukiman warga untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan kesehatan serta bantuan sesuai kebutuhannya. (Zn/Adv)