Bidhumas Polda Jambi Gandeng Influencer dan Pegiat Medsos Tingkatkan Kualitas Informasi Publik

RJ News.id – Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jambi menggelar coffee morning bersama pegiat media sosial, influencer, dan awak media di Kopi Tiam 72, Kota Jambi, Kamis (30/4/2026), guna memperkuat sinergi penyebaran informasi publik di era digital.

Kegiatan tersebut dipimpin Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji yang didampingi jajaran Kasubbid dan Kasubbag Renmin Bidhumas Polda Jambi.

BACA JUGA :  PUTR Jambi dan DPRD Merangin Matangkan Rencana Infrastruktur Kabupaten

Dalam pertemuan itu, Bidhumas Polda Jambi mengajak para pegiat media sosial berdiskusi terkait strategi pembuatan konten digital yang menarik, edukatif, dan sesuai perkembangan algoritma media sosial.

“Kami ingin membangun komunikasi dua arah dengan para pegiat media sosial. Masukan dari rekan-rekan sangat penting agar konten yang diproduksi Bidhumas Polda Jambi semakin menarik dan mudah diterima masyarakat,” ujar Erlan.

BACA JUGA :  Percepat Persiapan Pembangunan Jalan Tol Jambi–Rengat Fase I, Gubernur Al Haris Tekankan Sinergi dan Kepastian Pengadaan Lahan

Di tengah kegiatan, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar turut menyapa peserta melalui sambungan video call. Ia mengapresiasi peran media sosial sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Silakan berikan kritik dan saran yang membangun agar konten yang kami sajikan semakin informatif dan bermanfaat,” kata Krisno.

Dalam diskusi tersebut, peserta memberikan sejumlah masukan, mulai dari pentingnya kolaborasi dengan influencer lokal, penguatan visual konten, hingga penyajian video yang lebih singkat dan langsung pada inti informasi.

BACA JUGA :  Lepas Kloter Perdana Keberangkatan Haji 2026 Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik untuk Jema'ah

Menanggapi hal itu, Bidhumas Polda Jambi menyatakan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas konten publikasi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara kepolisian, media, dan pegiat media sosial dalam menciptakan informasi yang edukatif sekaligus menangkal penyebaran hoaks di masyarakat. (*)