Sekolah Bebas Sampah Diperluas ke Madrasah, Laskar Gibran Dorong Gerakan ASRI Menuju Zero Waste

Jakarta, ” Rjnews .id – 5 September 2026 — Program Sekolah Bebas Sampah yang digerakkan Laskar Gibran melalui Generasi Indonesia Berani terus diperkuat dan diperluas. Setelah menyasar sekolah, gerakan ini kini dilanjutkan ke tingkat madrasah sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih sejak dini sekaligus mendukung program ASRI — Aman, Sehat, Resik dan Indah.

Kegiatan tersebut hari ini dipimpin langsung Pembina Laskar Gibran Jansen Sirait dan dieksekusi tim Generasi Indonesia Berani, di bawah koordinasi Ferren Octaviandri, Project Officer sekaligus Ketua DPW DKI Laskar Gibran, bersama Ara, Leader Generasi Indonesia Berani sekaligus Bendahara DPW DKI Laskar Gibran.

BACA JUGA :  Mulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah

Ketua Bidang OKK & Pengembangan SDM DPP Laskar Gibran, Ilham, mengatakan gerakan ini tidak sekadar mengajak siswa membuang sampah pada tempatnya, tetapi membangun sistem dan kebiasaan baru di lingkungan pendidikan.

“Sekolah dan madrasah harus menjadi pusat perubahan perilaku. Dari memilah sampah dari sumber, mengurangi sampah sekali pakai, hingga mengolah sampah yang masih bernilai. Targetnya bukan hanya bersih, tetapi secara bertahap menuju zero waste,” ujar Ilham.

BACA JUGA :  Gandeng 28 Kampus, Menteri Nusron Targetkan 14 Ribu Sertipikasi Tanah Wakaf di Sulsel Rampung dalam Satu Tahun

Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP Laskar Gibran sekaligus Co-Leader Generasi Indonesia Berani, R. Satrio Budoyo, menekankan pentingnya pendekatan yang praktis dan berkelanjutan.

“Jangan berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Kita harus membangun ekosistem: pilah, kelola, edukasi, ukur dan ulangi. Kalau satu sekolah berhasil, modelnya bisa direplikasi ke sekolah dan madrasah lainnya,” tegas Rio.

Menurutnya, sekolah juga dapat menjadi laboratorium kecil ekonomi sirkular dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, komunitas dan pengelola sampah.

BACA JUGA :  Trafik Arus Balik Lebaran 2026 di JTTS Tembus 209 Ribu Kendaraan pada 25 Maret

Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan program tersebut.

“Laskar Gibran ingin hadir bukan hanya membawa slogan, tetapi membawa program yang dirasakan langsung masyarakat. Sekolah Bebas Sampah adalah investasi karakter generasi muda sekaligus langkah nyata membantu pemerintah mengurangi persoalan sampah dari sumbernya.”

Gerakan ini ditargetkan berkembang dari sekolah → madrasah → lingkungan keluarga → masyarakat, sehingga budaya bersih tidak berhenti di lingkungan pendidikan.

Generasi Indonesia Berani: Berani Belajar, Berani Bersih, Berani Menjaga Indonesia.