Polije dan BPJS Ketenagakerjaan Jember Perkuat Perlindungan Mahasiswa Magang melalui Jamsostek

JEMBER, RJ News.id – Komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa yang menjalani kegiatan magang terus diperkuat melalui kolaborasi antara Politeknik Negeri Jember (Polije) dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama sekaligus penyerahan kartu peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) kepada mahasiswa magang Polije, yang berlangsung pada Selasa (8/9/2026) di Ruang Sidang Senat Lantai 3 Gedung AAA Polije.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memastikan mahasiswa yang melaksanakan kegiatan magang memperoleh perlindungan selama menjalankan aktivitas di lingkungan kerja. Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa mendapatkan perlindungan dari risiko yang dapat terjadi selama melaksanakan kegiatan magang.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa perlindungan bagi mahasiswa selama menjalankan kegiatan magang merupakan bagian penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

BACA JUGA :  Dinas PUTR Jambi Kebut Pemeliharaan Jalan Ranah Pemetik, Progres Sudah 45 Persen

“Kami tentu ingin mahasiswa yang melaksanakan magang tidak hanya mendapatkan pengalaman dan kompetensi, tetapi juga mendapatkan rasa aman dan perlindungan selama berada di lingkungan kerja. Karena itu, kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi hal yang sangat penting bagi kami,” ujar Saiful.

Menurutnya, kegiatan magang merupakan bagian penting dari pendidikan vokasi karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama berada di kampus ke dalam dunia kerja secara langsung.

“Ketika mahasiswa masuk ke dunia kerja melalui program magang, tentu ada berbagai risiko yang mungkin terjadi. Dengan adanya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, kita memberikan kepastian bahwa mahasiswa mendapatkan perlindungan ketika menghadapi risiko dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” tambahnya.

Saiful juga berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek perlindungan mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun kesadaran jaminan sosial sejak dini.

BACA JUGA :  Dari Raja Panggung ke Era Digital, Begini Perjalanan Artha Band Kota Baru

“Harapan kami, mahasiswa juga memahami bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan sesuatu yang penting ketika nantinya mereka memasuki dunia kerja. Kesadaran tersebut perlu dibangun sejak mereka masih berada di bangku pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember, Dadang Komarudin, menyampaikan bahwa mahasiswa yang melaksanakan magang sudah mulai berinteraksi langsung dengan dunia kerja sehingga membutuhkan perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi.

“Mahasiswa yang melaksanakan magang sudah mulai berinteraksi langsung dengan dunia kerja. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi hal penting untuk memberikan rasa aman selama mereka menjalankan proses pembelajaran di tempat kerja,” ujarnya.

Menurut Dadang, kerja sama dengan institusi pendidikan seperti Polije juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman generasi muda mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

BACA JUGA :  HUT Damkar ke-107, Satpol PP ke-76 dan Satlinmas ke-64, Al Haris: Kontribusinya Besar untuk Daerah

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dan kompetensi selama magang, tetapi juga memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari budaya kerja yang aman dan terlindungi,” tambahnya.

Penandatanganan naskah kerja sama dan penyerahan kartu peserta Jamsostek secara simbolis menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui kolaborasi tersebut, Polije dan BPJS Ketenagakerjaan Jember menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di dunia kerja.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama menjalani magang sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja secara profesional. (Zn)