OSO Targetkan Satu Kursi DPR RI untuk Hanura Jambi pada Pemilu 2029

RJ News.id – Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) menargetkan partainya meraih satu kursi DPR RI dari Provinsi Jambi pada Pemilu 2029. Target tersebut disampaikan seiring percepatan konsolidasi struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa.

Target itu disampaikan OSO usai memimpin rapat teknis dan konsolidasi Tim Task Force DPP Hanura di Hotel BW Luxury, Jambi, Jumat (4/9/2026).

Menurut OSO, kunjungan ke Jambi merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional Hanura untuk mempersiapkan organisasi menghadapi verifikasi faktual partai politik. Jambi menjadi provinsi ke-12 yang didatangi Tim Task Force DPP Hanura.

Sebelumnya, tim tersebut telah melakukan konsolidasi di 11 provinsi di wilayah Sumatera dan Jawa. Di Jambi, kegiatan melibatkan jajaran pengurus DPD serta pengurus Hanura tingkat kabupaten dan kota.

“Hari ini kita bertemu dengan pengurus DPD, kemudian pengurus kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Untuk menyatukan langkah kita menghadapi verifikasi faktual dan menyiapkan mesin politik agar sudah bisa bekerja dari hari ini,” tutur Oesman.

OSO mengatakan, Hanura menargetkan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh Provinsi Jambi dapat diselesaikan paling lambat akhir September atau awal Oktober 2026.

BACA JUGA :  Polda Jambi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045

Ia menilai proses konsolidasi di Jambi menunjukkan perkembangan yang positif. Kehadiran anggota DPRD kabupaten dari Hanura dalam kegiatan tersebut, kata dia, menunjukkan struktur partai di daerah mulai bergerak.

“Saya pikir untuk Provinsi Jambi, pergerakan atau soliditas partainya sedang berproses sangat baik. Artinya, tidak ada kekhawatiran dari kami dari task force dan juga pimpinan pusat menghadapi verifikasi faktual dan menghadapi Pemilu 2029 yang akan datang,” ujarnya.

Terkait target perolehan kursi, OSO berharap Hanura dapat menempatkan satu wakilnya di DPR RI dari daerah pemilihan Jambi pada Pemilu 2029.

“Kami targetkan dari sekitar enam atau tujuh kursi atau delapan kursi DPR RI Provinsi Jambi ini, kita berharap bahwa satu kursi untuk DPR RI bisa didapatkan oleh Partai Hanura Provinsi Jambi,” katanya.

Setelah struktur DPC dan PAC dituntaskan, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat desa dan kelurahan. OSO memperkirakan seluruh proses pembentukan struktur tersebut dapat selesai sekitar akhir Oktober 2026.

Konsolidasi di Jambi juga menjadi bagian dari agenda rebranding Hanura secara nasional. OSO mengatakan masih ada 26 provinsi yang belum dikunjungi Tim Task Force DPP Hanura.

“Perjalanan ini kan belum sampai 50 persen dari jumlah provinsi yang ada. Dan hari ini juga bukan dari ujung perjalanan task force, tapi awal dari perjalanan task force untuk rebranding ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Tanjab Timur Lantik Pejabat Administrator, Pengawas, Jabatan Fungsional Tertentu serta Pimpin Serah Terima Jabatan Camat

Dalam proses tersebut, Hanura akan menerapkan standar kepengurusan yang sama di setiap daerah, termasuk struktur PAC. Setelah seluruh provinsi selesai dikunjungi, partai akan mengumumkan rebranding Hanura secara nasional.

Rebranding tersebut akan mencakup peluncuran logo baru serta penyampaian kepada publik mengenai kesiapan struktur organisasi Hanura dari tingkat provinsi hingga kecamatan.

“Ketika kami mendatangi lengkap 26 provinsi yang lain dengan bahasa yang sama, dan kemudian standarisasi kepengurusannya juga sama, kemudian standar PAC yang terbentuk juga sama, maka rebranding secara nasional akan kita umumkan,” katanya.

OSO menargetkan seluruh rangkaian konsolidasi di Indonesia, termasuk kunjungan ke 26 provinsi yang belum didatangi, dapat diselesaikan paling lambat akhir Oktober 2026. Sementara itu, rebranding Hanura secara nasional direncanakan dilakukan pada awal 2027.

Ia menegaskan, pembentukan struktur partai membutuhkan proses dan tidak otomatis selesai hanya setelah Tim Task Force melakukan kunjungan ke suatu daerah.

“Jadi tidak begitu task force datang, task force pulang, maka otomatis terbentuk. Karena task force tidak memegang tongkat Nabi Musa, tapi semua by process,” ujarnya.

Untuk Jambi, OSO memperkirakan proses penyelesaian struktur membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu setelah kunjungan Tim Task Force.

BACA JUGA :  Dukung Pembinaan Generasi Muda Melalui Olahraga, Kapolda Cup Basket 2026 Siap Digelar Meriahkan HUT Bhayangkara Ke-80

Selain pembentukan struktur, perubahan pola kerja pengurus menjadi perhatian Hanura. OSO menilai masih ada kebiasaan sebagian pengurus yang baru melakukan konsolidasi ketika mendekati pemilu.

“Saya melihat bahwa problem yang paling utama itu adalah kemalasan. Karena kebiasaan menunggu mendekati pemilu. Hari ini task force merubah mindset cara berpikir dalam hal mengurus partai,” katanya.

Menurut OSO, konsolidasi organisasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bergantung pada ada atau tidaknya tahapan verifikasi partai politik.

“Jadi ada verifikasi, tidak ada verifikasi, konsolidasi partai di tingkat kecamatan dan desa harus dibangun. Dan ini yang kita rubah mindset-nya,” ujarnya.

Pola tersebut, kata dia, mulai diterapkan di sejumlah daerah yang telah dikunjungi Tim Task Force, antara lain Banten, Medan, Batam, Palembang, serta sejumlah wilayah di Kalimantan.

OSO berharap pola kerja yang sama dapat diterapkan di seluruh daerah sehingga struktur dan koordinasi organisasi Hanura semakin kuat dalam menghadapi Pemilu 2029.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua DPD Hanura Provinsi Jambi Ritas Mairiyanto, jajaran sekretaris dan bendahara, Saktiawan, serta sejumlah pengurus DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Jambi. (*)