Nyaris Bentrok, Keributan Pecah di Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Desa Cucupan

RJ News.id – Kericuhan terjadi di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kaur di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, pada Selasa malam (9/6/2026).

Insiden tersebut melibatkan karyawan proyek asal Medan dengan sejumlah pekerja warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula dari adanya tuduhan pencurian besi yang dialamatkan kepada salah seorang pekerja asal Desa Cucupan.

Tuduhan tersebut disebut tidak disertai bukti yang jelas, sehingga memicu adu mulut antara kedua belah pihak dan nyaris berujung pada perkelahian.

BACA JUGA :  Kasus KDRT di Sarolangun Diselesaikan Lewat Restorative Justice

Situasi sempat memanas hingga sejumlah warga sekitar mendatangi lokasi proyek untuk meredam ketegangan dan mencegah terjadinya bentrokan lebih lanjut.

Salah seorang aktivis yang turut memantau jalannya proyek pembangunan Sekolah Rakyat menilai pengamanan di area proyek perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Jika pengamanan tidak diperketat dan disiplin kerja tidak diatur, insiden seperti ini berpotensi terulang dan dapat menimbulkan korban,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dua Pelaku Penipuan dan Penggelapan Mobil Dump Truk Ditangkap Polsek Jaluko

Insiden tersebut juga menimbulkan sorotan terhadap sistem pengawasan dan pengamanan di lingkungan proyek.

Salah satu pihak pengelola proyek yang disebut sebagai Oyan belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut, termasuk informasi mengenai dugaan warga yang sempat masuk secara paksa ke area proyek.

Masyarakat Desa Cucupan berharap pihak pelaksana proyek segera memperbaiki sistem pengamanan serta membangun mekanisme penyelesaian persoalan antarpekerja agar proses pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

BACA JUGA :  Satpol PP Kaur Imbau Warga Kandangin Ternak, Operasi Gabungan Dimulai Pekan Depan

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola proyek maupun keterangan lebih lanjut dari aparat setempat terkait penanganan insiden tersebut. (Jhr)