Merawat Tradisi Lokal, Gus Fawait: Apresiasi Peluncuran Festival Enggrang Tanoker Ledokombo ke-14

JEMBER, RJ News.id – Pelestarian budaya lokal menjadi isu yang semakin mendesak di tengah arus globalisasi yang cepat. Budaya lokal, yang mencakup adat istiadat, bahasa, seni, dan tradisi masyarakat, merupakan cermin identitas suatu bangsa.

Dalam menghadapi pengaruh budaya asing yang kian menguat, banyak elemen budaya lokal terancam punah.

Oleh sebab itu, inilah yang menjadikan pelestarian budaya lokal semakin penting.

BACA JUGA :  Roby Kurniawan Siapkan 10 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat di Bintan

Tak cukup sampai disitu. Budaya lokal bukan hanya sekadar warisan dari nenek moyang, tetapi juga bagian integral dari identitas kita sebagai suatu bangsa.

Salah satunya. Festival Egrang Tanoker ke-14 yang berlangsung di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo. Sabtu (8/8/2026), menjadi kegiatan budaya tahunan sekaligus untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Berbagai kegiatan digelar dalam launching tersebut telah menjadi ikon Kecamatan Ledokombo tersebut berlangsung meriah dan penuh warna

BACA JUGA :  Sudirman: Pemeriksaan BPK Momentum Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah

Bupati Jember Gus Fawait menjelaskan Festival Egrang yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional memiliki nilai edukasi yang kuat bagi anak-anak dan remaja.

“Anak-anak belajar tentang disiplin, keberanian, solidaritas, kreativitas serta cinta terhadap budaya lokal,” pungkasnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Jember, Gus Fawait memberi apresiasi kepada Komunitas Tanoker, seniman, budayawan, guru, relawan, dan seluruh pihak yang selama ini konsisten menjaga kebudayaan lokal di Kabupaten Jember.

BACA JUGA :  Lapas Kuala Tungkal Kini Punya Sentra Ketahanan Pangan, WBP Didorong Mandiri dan Produktif

Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, Gus Muhammad Fawait, dan seluruh masyarakat Jember, kami menyampaikan selamat datang dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh yang hadir. (Zn/Adv)