Laskar Gibran Apresiasi Penunjukan Suahasil Nazara: Perkuat Kredibilitas Fiskal dan Kepastian Pasar

Judul:

Laskar Gibran Apresiasi Penunjukan Suahasil Nazara: Perkuat Kredibilitas Fiskal dan Kepastian Pasar
…….
Reshuffle Menkeu, Ketum Laskar Gibran Leonardo Sirait: Suahasil Nazara Nakhoda Tepat Jaga Stabilitas Ekonomi

 

Jakarta, 14 September 2026
Laskar Gibran Apresiasi Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menkeu:

Langkah Cepat Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Pasar
LANGKAH taktis dan strategis kembali diambil oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengonsolidasikan stabilitas nasional.

Keputusan penting mengenai perombakan (reshuffle) kabinet resmi diumumkan hari ini, dengan fokus utama pada pos kementerian yang memegang kendali vital perekonomian negara, yakni Kementerian Keuangan.

Jabatan Menteri Keuangan yang sebelumnya diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa kini resmi diserahkan kepada Prof. Suahasil Nazara, figur yang telah lama malang melintang sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Keputusan cepat dan berani dari kepala negara ini menyita perhatian publik luas serta menjadi diskursus utama di berbagai ruang publik, media massa, hingga lantai bursa. Ragam tanggapan positif pun mengalir dari elemen masyarakat, pengamat ekonomi, pelaku industri, hingga organisasi kemasyarakatan.

BACA JUGA :  81 KK Terdampak Kebakaran di Tanjab Barat, Gubernur Jambi Serahkan Bantuan

Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, menilai langkah pergantian ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa di internal kabinet, melainkan bentuk respons kepemimpinan nasional yang peka terhadap dinamika, situasi, serta ekspektasi publik, pelaku pasar keuangan, dan dunia internasional.

“Kami di Laskar Gibran sangat mengapresiasi keputusan cepat dan terukur yang diambil oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Pergantian pos Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil Nazara merupakan wujud nyata pemerintahan yang responsif membaca situasi.

Presiden sigap meredam keresahan publik sekaligus menjawab tuntutan riil akan kepastian dan stabilitas,” ujar Leonardo Sirait dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Leonardo Sirait menilai dinamika perekonomian global saat ini berada dalam fase ketidakpastian tinggi. Tekanan eksternal mulai dari fluktuasi pasar keuangan global, ketegangan geopolitik, hingga tantangan rantai pasok global menuntut nakhoda ekonomi yang handal secara konseptual sekaligus memiliki kedekatan psikologis dan teknis dengan birokrasi fiskal Indonesia.
Oleh karena itu, penunjukan Suahasil Nazara dinilai tepat sasaran.

Rekam jejak profesionalnya terentang luas: akademisi mumpuni dan guru besar ilmu ekonomi Universitas Indonesia, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, hingga Wakil Menteri Keuangan lintas pemerintahan (dari era Presiden Joko Widodo hingga era Presiden Prabowo Subianto).

BACA JUGA :  Sah! Pemerintah Legalkan 45.000 Sumur Minyak Rakyat, BUMD-UMKM Resmi Jadi Pengelola

pengalaman lintas pemerintahan tersebut, lanjut Leonardo, memberikan nilai tambah luar biasa. Suahasil dipandang memiliki pemahaman komprehensif terhadap arsitektur APBN, dinamika perpajakan, pengelolaan utang negara, hingga strategi mitigasi risiko fiskal di tengah gejolak global. Kapasitas teknokratis ini diyakini mampu meredam kekhawatiran investor asing maupun domestik.

“Dengan pengalaman matang dan pemahaman mendalam terhadap struktur APBN serta makroekonomi, kami sangat optimis kepemimpinan Suahasil Nazara akan membawa angin segar. Situasi keuangan negara, stabilitas nilai tukar, serta kepercayaan makroekonomi kita diyakini segera berangsur membaik dan semakin kuat pascapenunjukan ini,” tambah Leonardo.

Lebih lanjut, Leonardo menyoroti pentingnya faktor psikologis pasar yang menyukai kepastian, prediktabilitas, dan kredibilitas. Menempatkan figur internal berintegritas tinggi mengirimkan sinyal kuat bahwa tata kelola keuangan Indonesia dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Respons positif ini diharapkan termanifestasi pada penguatan IHSG, kestabilan rupiah terhadap dolar AS, serta inflasi yang terjaga, yang pada gilirannya memperkokoh fondasi dunia usaha dan penciptaan lapangan kerja inklusif.

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris Dorong Penguatan SDM Guru pada Koordinasi Program Prioritas GTK 2026

Sejalan dengan itu, Relawan Laskar Gibran mengajak seluruh elemen bangsa—akademisi, dunia usaha, asosiasi industri, media massa, hingga masyarakat luas—memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan.

“Tantangan ekonomi nasional ke depan tidak ringan. Dibutuhkan soliditas, gotong royong, serta sinergi erat antara otoritas fiskal, otoritas moneter Bank Indonesia, OJK, dan pemangku kepentingan terkait,” tegasnya.

Kolaborasi harmonis ini menjadi prasyarat mutlak mewujudkan visi besar pembangunan nasional dalam program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pertumbuhan ekonomi tinggi, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Leonardo menegaskan, pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini diharapkan tidak sekadar ritual administratif birokrasi.

“Melainkan menjadi momentum titik balik strategis bagi konsolidasi fiskal nasional, peningkatan efisiensi belanja negara, serta penguatan kepercayaan publik secara menyeluruh. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali membuktikan komitmen kuat selalu mendengarkan aspirasi publik dan bergerak cepat demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Leonardo.