Kerjasama yang Baik, Gus Fawai: Apresiasi Mahasiswa KKN ke-V Rampung

JEMBER, RJ News.id – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ke-5 di Jember telah tuntas dan ditutup secara resmi dengan apresiasi penuh dari Bupati Jember Muhammad Fawait kepada para mahasiswa dan pihak kampus.

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. memberikan apresiasi tinggi kepada ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ke-V Kabupaten Jember tahun 2026.

Para mahasiswa dinilai telah memberikan kontribusi nyata melalui pendataan kelompok masyarakat berdasarkan desil 2 sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, menyampaikan apresiasi tersebut saat penutupan KKN Kolaboratif ke-V di Alun-Alun Jember Nusantara, Senin (24/8/2026).

Menurut Gus Fawait, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember maupun luar Jember mampu menjalankan tugas pendataan di lapangan dengan baik tanpa menimbulkan persoalan.

“Adik-adik mahasiswa semuanya membanggakan almamaternya, kampusnya masing-masing. Saya bangga karena mahasiswa berkolaborasi untuk data desil 2. Kerjanya tidak berisik, tidak ada yang protes, tetapi hasilnya konkret,” ungkap Gus Fawait.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Pantau Progres KDKMP, Tekankan Manfaat bagi Warga

Ia menyebut, hingga pelaksanaan KKN Kolaboratif 2026 berakhir, proses pendataan desil 2 telah mencapai sekitar 85 persen. Capaian tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

“Tidak ada yang teriak-teriak di media sosial, tidak ada yang protes ke sana-sini, tetapi hasilnya 85 persen sudah bisa diselesaikan. Ini kerja nyata dari adik-adik mahasiswa semuanya,” katanya.

Gus Fawait menegaskan, pendataan desil 2 mungkin terlihat sederhana bagi sebagian pihak. Namun bagi pemerintah daerah, data tersebut memiliki peran penting sebagai dasar menentukan kebijakan dan program pengentasan kemiskinan.

“Peran untuk melakukan pendataan desil 2 ini mungkin dilihat sepele oleh sebagian orang. Tetapi bagi kami dari kacamata Pemerintah Kabupaten Jember, ini adalah bentuk konkret kontribusi mahasiswa kepada pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember dan Indonesia secara umum,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pengurus PPDI Batanghari Periode 2025–2030 Dilantik, Ini Pesan Ketua dan Sekjen

Bupati Jember juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen, rektor, PIC KKN Kolaboratif, serta seluruh jajaran perguruan tinggi yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang semakin besar.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyelipkan pesan ringan mengenai pengalaman mahasiswa selama mengikuti KKN. Ia bergurau bahwa KKN tidak hanya memberikan pengalaman dan nilai akademik, tetapi terkadang juga mempertemukan mahasiswa dengan calon pasangan.

Namun, ia berpesan agar hubungan tersebut tidak sampai mengganggu pendidikan.
“Kalau dia menyayangi adik-adik, dia akan menunggu minimal sampai lulus S1. Kalau tidak mau menunggu, itu bukan cinta sejati, tetapi cinta palsu,” ujarnya yang disambut tawa para peserta.

BACA JUGA :  Pansus PI DPRD Provinsi Jambi Minta Kemendagri Percepat Penyelesaian Batas Tanjabbar–Tanjabtim

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mahasiswa, Gus Fawait kemudian mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten Jember memberikan penghormatan dengan membungkukkan badan sebagai ungkapan terima kasih kepada para dosen dan mahasiswa peserta KKN Kolaboratif 2026.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, kami mengucapkan terima kasih kepada PIC dan jajaran, para rektor, baik kampus yang ada di Jember maupun kampus yang ada di luar Jember, serta kepada adik-adik semua,” tandasnya.

Program KKN Kolaboratif ke-V Kabupaten Jember tahun 2026 diikuti sekitar 3.044 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember. (Zn)