Kerja Senyap Gus Fawait, Pemprov Jatim Turun Langsung Cek Jembatan Putus di Jember

JEMBER, RJNews.id – Tim teknis Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur turun ke sejumlah titik jembatan putus akibat banjir di Kabupaten Jember, Minggu (15/2/2026), setelah Bupati Jember Muhammad Fawait menjalin komunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar pemulihan infrastruktur berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Peninjauan diawali di jembatan gantung Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.

Jembatan sepanjang 105 meter dengan lebar 1,5 meter yang diresmikan pada 2005 itu rusak diterjang banjir tiga hari lalu.

Arus sungai menghantam konstruksi hingga empat kaki penyangga di sisi utara dan selatan hancur, menyisakan serpihan besi dan beton bercampur limbah sampah plastik maupun organik.

BACA JUGA :  Tak Ada Kompromi! Kapolres Mukomuko Pimpin Langsung Gelar Perkara KMD Ujung Padang

Akibat kerusakan tersebut, jembatan tidak lagi dapat dilalui.

Warga yang hendak menuju wilayah seberang harus memutar lewat Mangli dengan jarak tempuh sekitar 5–10 kilometer.

Jembatan itu tercatat sudah dua kali rusak akibat banjir.

Perbaikan terakhir dilakukan sebulan lalu menggunakan dana swadaya masyarakat sekitar Rp10 juta.

Dampak langsung dirasakan warga yang bekerja maupun pelajar, termasuk warga yang bekerja di Perumahan Griya Mangli Indah serta siswa SDN Jubung 01 dan SMKN 5 Jember.

Rombongan yang didampingi Penjabat (Pj) Sekda Jember Akhmad Helmi Lukman, Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo, Kepala Diskominfo Jember Regar Jeane Dealen Nangka, serta stakeholder terkait itu kemudian bergerak ke Jembatan Cempaka di Desa Pakis dan Jembatan Sentool di Kecamatan Panti. Kedua jembatan tersebut ambruk diterjang banjir hingga terputus.

BACA JUGA :  Tajak Perdana 2026, PetroChina Jabung Lanjutkan Program Pengeboran

Jembatan di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, juga mengalami kerusakan parah.

“Kami melihat beberapa titik yang terdampak. Banjir ini menyasar infrastruktur desa, kabupaten, hingga provinsi. Semuanya kita tinjau untuk dipetakan mana skala prioritas yang bisa segera diatasi oleh pihak provinsi maupun kabupaten,” kata Akhmad Helmi Lukman.

“Banyak infrastruktur yang rusak, ada dam, tiga jembatan, hingga sekitar 500 sampai 1.000 hektar lahan pertanian yang ikut terdampak,” imbuhnya.

Kabid Pembangunan Jembatan dan Jalan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Budi Hartono, menyebut konstruksi lama tidak dirancang menghadapi debit air ekstrem.

BACA JUGA :  Panen Jagung Serentak di 25 Titik, Wagub Jambi Tekankan Sinergi Lintas Sektor

“Rata-rata jembatan yang tadi ditinjau tidak kuat jika diterjang banjir besar. Kalau ada banjir dengan ketinggian 2 meter saja, konstruksinya sudah tidak mampu menahan beban arus,” ungkapnya.

Ia berharap, nantinya jembatan diperpanjang dan diperlebar, mengingat jembatan ini merupakan akses penghubung utama masyarakat.

“Selanjutnya dari PU Provinsi masih akan mengkaji ulang serta melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten juga Provinsi agar penanganan ini tepat sasaran,” tandasnya.

Sebelumnya, Muhammad Fawait menjalin komunikasi langsung dengan Khofifah Indar Parawansa sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur menurunkan tim teknis ke Jember untuk mengecek kerusakan infrastruktur pascabanjir. (*)