Karnaval Lampeji Jember Tampilkan Pakaian Adat hingga Kreasi Hasil Bumi

JEMBER, RJNews.id – Semangat kemerdekaan dan persatuan ditampilkan warga Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, melalui festival karnaval yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Karnaval yang berlangsung pada Minggu (4/10/2026) tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Beragam kreasi warga ditampilkan, mulai dari pakaian adat, kisah perjuangan merebut kemerdekaan, hingga busana yang dimodifikasi menggunakan hasil bumi dan komoditas pertanian.

Kepala Desa Lampeji, Ary Wahyudi, memimpin langsung pelepasan peserta karnaval. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengangkat nilai sejarah dan keberagaman budaya Indonesia.

BACA JUGA :  Wisuda ke-4 IAI Muhammad Azim, Kasat Binmas Polresta Jambi Tekankan Kolaborasi Pendidikan

Dalam karnaval itu, peserta mengangkat berbagai cerita perjuangan dan kebudayaan Nusantara. Salah satu penampilan mengangkat kisah adat dari Kalimantan yang dikaitkan dengan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Keragaman juga terlihat dari busana yang dikenakan peserta. Selain pakaian adat Jawa Timur, warga menghadirkan pakaian hasil kreasi yang dimodifikasi dengan memanfaatkan hasil bumi dan produk pertanian sebagai bagian dari konsep penampilan.

BACA JUGA :  DPRD Muaro Jambi Bahas Lima Ranperda, Aidi Hatta Tekankan Akuntabilitas

Setiap kelompok peserta juga melengkapi penampilannya dengan kendaraan yang dilengkapi sistem pengeras suara. Sejumlah kendaraan dihias dengan berbagai ornamen yang menggambarkan kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Konsep tersebut membawa pesan tentang keberagaman kerajaan dan wilayah Nusantara yang pada akhirnya bersatu dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kerajaan-kerajaan se-Nusantara sepakat untuk bersatu membentuk Republik Indonesia,” kata Ary Wahyudi.

Menurut Ary, persiapan karnaval dilakukan warga selama lebih dari satu bulan. Waktu tersebut digunakan untuk mempersiapkan berbagai konsep, kostum, kendaraan, serta atraksi yang akan ditampilkan masing-masing peserta.

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris Hadiri Panen Raya TNI di Desa Kota Baru Geragai, Dukung Ketahanan Pangan

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dinilai menjadi salah satu faktor utama terselenggaranya kegiatan tersebut. Kekompakan antar-Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dan masyarakat menjadi bagian penting dalam persiapan hingga pelaksanaan karnaval.

“Semangat warga Desa Lampeji sangat besar dan antusias dalam memeriahkan HUT RI Tahun 2026 ini. Tentu, ini semua karena kekompakan antar-RT/RW dan warga Lampeji,” pungkasnya. (Zn)