Jerambah Kayu Akses Utama 8 Desa di Kecamatan Seberang Kota Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Daerah Segera Turun Tangan

RJ News.id – Kondisi infrastruktur jalan jembatan kayu atau jerambah yang menjadi akses utama sekaligus satu-satunya jalur penghubung bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini semakin memprihatinkan.

Jerambah yang berlokasi di Parit Sapat RT. 02, Dusun Rawai Jaya, Desa Kuala Baru, Kecamatan Seberang Kota, tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi lantai kayu yang sudah lapuk, berlubang, serta sejumlah bagian konstruksi yang terlihat tidak lagi kokoh membuat masyarakat harus ekstra berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.

Jalur ini memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat karena menjadi akses utama dan satu-satunya yang menghubungkan aktivitas warga dari 8 desa di Kecamatan Seberang Kota. Setiap hari, masyarakat menggunakan jerambah tersebut untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga keperluan sosial masyarakat.

BACA JUGA :  LPKA Muara Bulian Bagikan Rapor Paket A, B, dan C kepada 38 Anak Binaan

Perwakilan warga mengungkapkan bahwa kondisi jerambah saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan dinilai tidak lagi layak digunakan untuk menunjang mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

«“Kondisi jerambah ini sekarang sudah sangat memprihatinkan. Banyak bagian yang sudah rusak dan kondisinya sangat tidak layak untuk digunakan sebagai akses utama masyarakat. Kami khawatir kalau dibiarkan terus, akan membahayakan warga yang setiap hari melintas,” ungkap perwakilan warga.»

Menurut warga, persoalan ini bukan hanya menyangkut kenyamanan dalam berkendara atau berjalan kaki, tetapi sudah berkaitan dengan keselamatan masyarakat. Dengan kondisi jembatan yang semakin rusak, warga berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban akibat buruknya kondisi infrastruktur tersebut.

BACA JUGA :  Ketua IKA UNH Ajak Mahasiswa Baru Jadi Generasi Berintegritas dan Adaptif di Era Digital

«“Kami tidak ingin ada korban akibat kondisi infrastruktur yang rusak ini. Jangan sampai setelah terjadi sesuatu baru ada tindakan. Karena itu, kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat turun langsung melihat dan meninjau kondisi jerambah ini,” lanjutnya.»

Warga juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin kejadian seperti jembatan Sungai Landak yang roboh dan menelan korban kembali terulang. Menurut mereka, perhatian dari seluruh elemen seharusnya diberikan sebelum terjadi musibah, bukan baru setelah ada korban.

«“Kami tidak ingin seperti kejadian jembatan Sungai Landak yang roboh hingga menelan korban, baru kemudian mendapat perhatian dari semua elemen. Kami berharap kondisi jerambah ini segera ditangani sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas warga.»

Warga juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah Seberang Kota, khususnya akses yang menjadi jalur vital bagi masyarakat di 8 desa.

BACA JUGA :  Wujud Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial, Pemdes Pauh Terenja Salurkan BLT-DD kepada 23 KPM

Mereka meminta agar dilakukan peninjauan dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi konstruksi jerambah, sehingga pemerintah dapat mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang tepat, baik melalui perbaikan maupun pembangunan kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.

Bagi masyarakat, keberadaan akses jalan dan jembatan yang layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas dan meningkatkan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat segera hadir, melihat kondisi di lapangan, dan mengambil langkah nyata sebelum kerusakan jerambah semakin parah dan menimbulkan risiko bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari. (*)