Gus Fawait : JFC Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Penggerak Ekonomi dan Ruang Tumbuh Industri Kreatif

JEMBER, RJNews.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan Jember Fashion Carnaval (JFC) bukan sekadar ajang hiburan dan pertunjukan busana.

Memasuki usia ke-24 tahun, JFC dinilai telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat, wadah pengembangan industri kreatif, sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Sabtu (25/7/2026).

Menurut Gus Fawait, penyelenggaraan JFC setiap tahun memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar menghadirkan tontonan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut mampu menggerakkan sektor ekonomi melalui meningkatnya aktivitas perdagangan, khususnya bagi pelaku UMKM.

BACA JUGA :  Pemprov Jambi Dukung Penguatan Ekosistem Transportasi Darat dan Kendaraan Listrik Melalui Kunjungan Kerja Ditjen Perhubungan Darat

Selain itu, JFC juga memiliki fungsi sosial sebagai ruang interaksi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung selama pelaksanaan karnaval dinilai mampu menciptakan peluang usaha sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di ruang publik.

Pemerintah Kabupaten Jember memandang JFC sebagai momentum strategis untuk mendorong perputaran ekonomi lokal. Melalui penyelenggaraan event berskala internasional tersebut, pemerintah berharap manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.

Bagi pelaku UMKM, pelaksanaan JFC menjadi kesempatan untuk meningkatkan penjualan seiring tingginya jumlah wisatawan dan masyarakat yang datang menyaksikan karnaval. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

BACA JUGA :  Peduli Bencana, KSOP Talang Duku dan Asosiasi Maritim Jambi Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Sumatera

Gus Fawait juga mengatakan Jember memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional di berbagai bidang, mulai dari politik, seni, hingga kebudayaan. Menurutnya, JFC melengkapi capaian tersebut dengan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang ingin berkembang di dunia karnaval dan industri kreatif.

“Sebagai kepala daerah, tentu kami sangat mendukung setiap kegiatan positif. JFC tidak hanya menjadi ruang tempaan generasi penerus dunia karnaval, tetapi juga terbukti membawa dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi sektor informal,” kata Gus Fawait.

BACA JUGA :  Bupati Jember Bakal Tindak Tegas Penimbun BBM, Stok Melimpah Hingga Idulfitri

Ia menegaskan, setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jember harus memiliki manfaat yang terukur bagi masyarakat.

“Kami sudah menekankan kepada seluruh OPD bahwa Pemkab Jember tidak akan menggelar kegiatan tanpa kalkulasi yang jelas. Setiap event harus dikaji secara mendalam agar benar-benar memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (Zn)