Diskominfo Mukomuko Dukung Bimtek Antikorupsi KPK di Desa Pulai Payung

RJ News.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mukomuko mendukung pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Desa Antikorupsi yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kamis (25/6/2025).

Kegiatan yang menjadi bagian dari program pembinaan Desa Antikorupsi tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan disiarkan langsung melalui Zoom Meeting.

Diskominfo Mukomuko bertugas memfasilitasi penyelenggaraan siaran daring sehingga tiga desa lainnya dapat mengikuti kegiatan tanpa harus hadir langsung di lokasi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Mukomuko, Agus Harvinda, mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

BACA JUGA :  Merajut Kekerabatan dan Memantapkan Persatuan, PKPS DPC Lubuk Pinang Gelar Halal Bi Halal

Menurut dia, Bimtek Desa Antikorupsi merupakan langkah awal bagi Desa Pulai Payung dalam mengikuti proses seleksi menuju Desa Percontohan Antikorupsi tingkat Provinsi Bengkulu.

“Alhamdulillah, kegiatan Bimbingan Teknis Desa Antikorupsi hari ini dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar sesuai rencana. Secara keseluruhan, Dinas Komunikasi dan Informatika telah memberikan dukungan teknis sepenuhnya agar acara ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Agus.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi memerlukan dukungan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, Diskominfo turut menyediakan sarana komunikasi serta akses internet guna mendukung kelancaran pelaksanaan program yang digagas KPK RI tersebut.

BACA JUGA :  Bupati Mukomuko Lantik Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD se-Kecamatan XIV Koto

Selain mendukung pelaksanaan Bimtek Desa Antikorupsi, Diskominfo Mukomuko juga menjalankan program pembinaan pengelolaan informasi berbasis digital di tingkat desa.

Salah satu program yang dikembangkan adalah pendampingan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Desa dan Kawasan Generasi Baru (SIDEKA-NG).

Aplikasi tersebut digunakan untuk mendukung transparansi penyelenggaraan pemerintahan desa, memperluas akses informasi bagi masyarakat, serta meningkatkan keterbukaan data dan pengelolaan keuangan desa.

“Kami telah memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi SIDEKA-NG kepada sejumlah desa secara bertahap. Pada tahun mendatang, kami menargetkan seluruh desa di Provinsi Bengkulu dapat mengakses dan mengoperasikan sistem ini secara mandiri dan optimal,” kata Agus.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.

BACA JUGA :  Tingkatkan Produksi, Dinas Pertanian Mukomuko Dorong Peremajaan Sawit Rakyat

Ke depan, Diskominfo Mukomuko juga akan terus meningkatkan literasi digital masyarakat melalui berbagai program pembinaan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di setiap desa sebagai wadah pemberdayaan warga dalam mengakses, mengelola, dan menyebarluaskan informasi yang bermanfaat.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, program Desa Antikorupsi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. (Hd)