Dari Desa Menembus Pasar Digital: Langkah Nyata TMMD 129 Bojonegoro Bangun Ekonomi Warga Kesongo

BOJONEGORO, Rjnews.id – Pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan jalan atau infrastruktur fisik semata, melainkan juga harus menyentuh penguatan ekonomi warganya.

Semangat inilah yang diusung dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro lewat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menggelar Pelatihan Wirausaha Baru Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin (27/7/2026) hingga Jumat di Balai Desa Kesongo ini, menjadi langkah nyata mencetak SDM unggul di pelosok desa.

Sebanyak 20 peserta yang didominasi oleh generasi muda, antusias mengikuti pelatihan hasil kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) P4 SKJ ini.

Materi yang diberikan pun terbilang komprehensif, mulai dari teknik pengolahan pangan secara higienis, diversifikasi produk unggulan, pengemasan (packaging) modern, hingga strategi pemasaran digital.

BACA JUGA :  Kebersamaan Satgas TMMD dan Warga Antar Pembangunan Jalan Penghubung Kian Cepat

Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menegaskan, pelatihan ini dirancang untuk menghasilkan dampak jangka panjang.

Ia tidak ingin kegiatan pemberdayaan berhenti begitu lembar sertifikat dibagikan.

“Pelatihan ini bukan hanya menambah pengetahuan. Harus ada tindak lanjut. Harapan kami, setelah lima hari belajar, peserta benar-benar mampu membuka usaha sendiri atau bekerja di industri dengan bekal keterampilan yang dimiliki,” tegas Mahmudi.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha peserta, Disperinaker telah menyiapkan skema pendampingan pascapelatihan.

Pendampingan tersebut mencakup pengurusan Nomor Izin Berusaha (NIB), sertifikasi legalitas, pendaftaran merek dagang, hingga fasilitasi bergabung ke dalam jaringan Asosiasi Industri Kecil Menengah (IKM) Bojonegoro.

Dari sekitar 22 ribu IKM yang terdata di Bojonegoro, baru 2.300 pelaku usaha yang mendapatkan pembinaan intensif.

BACA JUGA :  Polda Jambi Siagakan Personel Pengamanan May Day 2026

Bergabungnya wirausaha muda Kesongo ke asosiasi diharapkan membuka akses pemasaran dan pelatihan tingkat lanjut yang lebih luas.

Dukungan serupa disampaikan oleh Camat Kedungadem, Sahlan. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan anak muda dalam mengubah potensi pertanian desa menjadi produk bernilai jual tinggi.

Menurut Sahlan, di era digital saat ini, jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk sukses berbisnis.

“Kalau produknya bagus, kemasannya menarik, rasanya enak, sekarang memasarkannya jauh lebih mudah. Tidak lagi dibatasi wilayah karena sudah bisa dipasarkan secara online,” jelasnya.

Ia optimistis, geliat wirausaha baru ini secara perlahan akan mendongkrak pendapatan keluarga dan mewujudkan masyarakat yang mandiri serta sejahtera.

Dari sisi Satgas TMMD, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan, pelatihan keterampilan ini merupakan bagian vital dari sasaran non-fisik TMMD ke- 129 di Desa Kesongo.

BACA JUGA :  Pimpin Apel Perdana di Polres Kerinci, AKBP Ramadhanil Ingatkan Ketertiban Administrasi

Ia menjelaskan, TMMD memang membawa berbagai program fisik seperti pembangunan jalan, rehabilitasi sekolah, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga normalisasi sungai.

Namun, pembangunan manusia menjadi pondasi utama agar manfaat TMMD terasa berkesinambungan.

“TMMD hadir bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun manusia. Kami sangat mengapresiasi Disperinaker Bojonegoro yang menghadirkan pelatihan ini sebagai bekal bagi masyarakat agar lebih mandiri, produktif, dan mampu menciptakan lapangan kerja di desanya sendiri,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Melalui sinergi erat antara TNI, Pemkab Bojonegoro, pemerintah desa dan masyarakat setempat, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya sentra UMKM baru berbasis potensi lokal di Desa Kesongo.