Bupati Muaro Jambi Pastikan Pengobatan Gratis bagi Puluhan Siswa Diduga Keracunan Makanan

RJ News.id – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan seluruh biaya pengobatan bagi puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan akan ditanggung pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno saat meninjau kondisi para korban di RSUD Ahmad Ripin, Jumat (30/1/2026). Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir serta Sekretaris Daerah Budhi Hartono.

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris Buka Turnamen Tenis Antar Alumni Perguruan Tinggi ke-16 se-Indonesia di UNJA

Bambang Bayu Suseno menegaskan bahwa kesehatan para siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama kami saat ini. Untuk sementara, seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah dan diberikan secara gratis,” ujar Bambang.

Berdasarkan data sementara, lebih dari 40 siswa dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan. Para siswa tersebut mengalami sejumlah keluhan seperti muntah, diare, tubuh lemas, dan gemetar.

BACA JUGA :  Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi: Hesti Haris Tegaskan Komitmen Berbagi dan Menguatkan Nilai Kepedulian Sosial

Kasus ini diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di wilayah Muaro Jambi.

Salah satu orang tua siswa, Fitriani, mengaku anaknya mulai menunjukkan gejala tidak lama setelah pulang dari sekolah.

“Sekitar pukul 11.00 siang anak saya masih normal. Setelah makan di sekolah dan sampai di rumah, dia langsung muntah-muntah. Bibirnya sampai membiru dan badannya gemetaran,” kata Fitriani.

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris Resmikan Jalan Simpang Pelawan–Batang Asai 88 Km, Warga Kini Tempuh Dua Jam ke Sarolangun

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan tenaga medis agar proses penanganan serta pemulihan para siswa dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, pihak pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, sekaligus menyusun langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. (Adv)