BPJS Ketenagakerjaan Jember Hadir di Industry and Career Summit 2026, Gaungkan GEBYAR untuk Tingkatkan Kesadaran Jaminan Sosial

JEMBER, RJNews.id – Upaya memperluas akses dunia kerja bagi lulusan pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan turut mewarnai pelaksanaan Industry and Career Summit 2026 yang digelar di GOR Perjuangan 45 Politeknik Negeri Jember (POLIJE), Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang digelar POLIJE bersama Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) tersebut menghadirkan 45 industri nasional yang membuka peluang kerja bagi 699 wisudawan baru.

Momentum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri serta memperluas akses karier bagi para alumni.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember turut berpartisipasi dengan menghadirkan booth layanan dan edukasi melalui kampanye GEBYAR (Gerakan Sadar) BPJS Ketenagakerjaan.

Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan Jember tidak hanya sebagai bagian dari peserta job fair, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan edukasi kepada para pencari kerja dan calon pekerja mengenai pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial sejak mulai memasuki dunia kerja.

BACA JUGA :  Buka Liga Nasional Urawa VI, Gubernur Al Haris: Sepak Bola Satukan Perantau Minang

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember, Dadang Komarudin, menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan perlu dikenalkan sejak dini kepada generasi muda, khususnya para lulusan yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

“Melalui GEBYAR atau Gerakan Sadar BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin membangun kesadaran bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan bagian penting dari perjalanan seseorang memasuki dunia kerja. Para pencari kerja tidak hanya perlu mempersiapkan kompetensi dan karier, tetapi juga perlu memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko kerja,” ujar Dadang.

Menurutnya, kegiatan job fair menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan edukasi tersebut secara langsung kepada para calon pekerja.

Para peserta dapat memperoleh informasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memahami manfaat perlindungan yang dapat diperoleh ketika telah bekerja.

“Ketika seseorang mendapatkan pekerjaan, harapannya bukan hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga mendapatkan rasa aman dalam bekerja. Karena itu, kami terus mendorong kesadaran pekerja dan perusahaan agar perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi bagian dari ekosistem dunia kerja,” tambahnya.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Provinsi Jambi Hadiri Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla

Program GEBYAR yang dibawa BPJS Ketenagakerjaan Jember dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan generasi muda.

Edukasi diberikan agar para pencari kerja memahami hak dan pentingnya perlindungan ketika nantinya telah menjadi pekerja.

Selain memberikan edukasi, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan ini juga memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dan industri.

Sebelumnya, POLIJE dan BPJS Ketenagakerjaan Jember juga telah menjalin sinergi dalam memberikan perlindungan bagi mahasiswa yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), melalui kepesertaan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Sinergi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan jaminan sosial dapat dibangun sejak seseorang masih berada dalam proses pendidikan, kemudian berlanjut ketika memasuki dunia kerja.

Dadang menambahkan, kolaborasi dengan POLIJE, IKAPJ, perusahaan, dan berbagai stakeholder lainnya akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan cakupan perlindungan pekerja di Kabupaten Jember.

BACA JUGA :  Al Haris: Kampung Bahagia Mampu Jawab Persoalan di Tingkat RT

“GEBYAR bukan hanya tentang hadir di sebuah kegiatan, tetapi bagaimana gerakan sadar ini dapat terus tumbuh. Kami ingin semakin banyak mahasiswa, alumni, pencari kerja, pekerja, dan perusahaan yang memahami bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan bersama,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan Industry and Career Summit 2026 sendiri menjadi bagian dari upaya POLIJE dan IKAPJ membangun link and match antara pendidikan vokasi, alumni, dan dunia industri.

Sebanyak 45 industri hadir memberikan akses peluang kerja kepada para lulusan, dengan harapan alumni baru dapat lebih cepat terserap ke dunia kerja.

Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Jember berharap pesan GEBYAR – Gerakan Sadar BPJS Ketenagakerjaan dapat semakin dikenal dan diterapkan oleh generasi muda.

Kesadaran terhadap jaminan sosial sejak dini diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang lebih aman dan terlindungi, sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Jember. (*)