Bima Audia Pratama Soroti Insiden Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjab Timur

RJ News.id – Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Audia Pratama, menyoroti insiden kericuhan yang melibatkan guru dan siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Kecamatan Berbak, yang belakangan menjadi perhatian publik.

Bima menegaskan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi perlu bersikap bijak dan objektif dengan mendengarkan keterangan dari seluruh pihak sebelum mengambil langkah lanjutan. Menurutnya, penanganan persoalan di lingkungan pendidikan tidak boleh dilakukan secara sepihak karena berpotensi memperkeruh situasi.

BACA JUGA :  Antusias Tinggi, Ribuan Penonton Padati Konser Konser Riang & Ceria Bersama Bold Music Sejak Sore Hari

“Persoalan ini harus dibuka secara terang-benderang. Keterangan dari guru maupun siswa perlu didalami agar akar masalahnya benar-benar diketahui. Jangan sampai penanganan yang keliru justru memicu konflik lanjutan,” ujar Bima saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Ia menilai, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh warga pendidikan, baik pendidik maupun peserta didik. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul harus diselesaikan dengan pendekatan edukatif dan dialogis, serta mengedepankan prinsip keadilan.

BACA JUGA :  Bunda PAUD Jambi Tekankan Perlindungan Anak, Pendidikan Inklusif, dan Pendampingan di Era Digital

“Ini menyangkut masa depan anak-anak dan marwah dunia pendidikan. Semua pihak harus menahan diri dan menyerahkan proses penanganan kepada mekanisme yang berlaku,” katanya.

Insiden tersebut diketahui terjadi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Peristiwa bermula dari cekcok antara seorang guru dan sejumlah siswa. Guru tersebut diduga mengucapkan pernyataan yang mengaitkan kondisi ekonomi orang tua siswa dengan sebutan “miskin”, sehingga memicu emosi para siswa.

Situasi yang semula berupa adu argumen kemudian berkembang menjadi kericuhan. Guru tersebut dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa siswa di lingkungan sekolah. Peristiwa ini pun memicu keprihatinan masyarakat dan berbagai pihak terkait.

BACA JUGA :  Mewakli Gubernur, ​Sekda Jambi Terima Anugerah Bintang Semangat Rimba dari Yang Dipertua Negeri Melaka

Menanggapi kejadian itu, Bima kembali menekankan pentingnya peran aktif Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk turun langsung ke lapangan, melakukan klarifikasi secara menyeluruh, serta merumuskan solusi yang adil bagi semua pihak.

“Yang terpenting saat ini adalah menenangkan situasi, melindungi semua pihak, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (Adv)