Uang dan Badik Hilang, Keluarga Pertanyakan Kematian Korban

RJ News.id – Kematian seorang petani lanjut usia bernama Lambak (75) yang ditemukan meninggal dunia di kebun kelapa, Parit I Sungai Niur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, masih menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Sejumlah kejanggalan disampaikan keluarga terkait kondisi korban saat ditemukan.

Anak korban, Yuleng, mengaku mencurigai kematian ayahnya. Ia mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menghubunginya melalui telepon pada Senin (12/1/2026) dan meminta agar datang ke Muara Sabak Timur untuk mengambil sejumlah barang miliknya.

BACA JUGA :  Kembali Hadir di Jambi, SAJIWA FEST 2026 Siap Suguhkan Konser Musik Lebih Megah dan Spektakuler

“Dalam pembicaraan itu, ayah saya sempat mengatakan sedang punya masalah, tapi tidak menjelaskan secara rinci,” ujar Yuleng kepada wartawan.

Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah melihat kondisi jasad korban. Yuleng menyebutkan, dari tubuh ayahnya hanya ditemukan sebuah tas yang berisi uang tunai sekitar Rp2 juta.

“Sementara badik pusaka milik ayah saya tidak ada. Uang sekitar Rp14 juta yang sebelumnya baru diambil ayah juga tidak ditemukan,” katanya.

BACA JUGA :  1.146 PPPK dan 42 CPNS Resmi Dilantik di Bintan, Roby: Ini Titik Awal Pengabdian

Menurut Yuleng, hilangnya sejumlah barang berharga tersebut menimbulkan dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa kematian ayahnya. Ia pun menepis kemungkinan korban meninggal akibat penyakit.

“Selama ini ayah tidak pernah mengeluhkan sakit serius. Kondisinya sehat dan masih beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Korban diketahui selama ini tinggal seorang diri di sebuah gubuk yang berada di kebun pinang miliknya di wilayah Muara Sabak Timur.

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak ASN dan Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Atas sejumlah kejanggalan tersebut, keluarga berencana melaporkan secara resmi kasus ini ke Polres Tanjung Jabung Timur agar penyebab kematian korban dapat diselidiki secara menyeluruh.

Sementara itu, jasad Lambak telah dievakuasi oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. (*)