Tujuh Cabor Andalan Jambi Siap Berlaga di PON Bela Diri 2026

RJ News.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara pada Mei 2026. Persiapan tersebut ditandai dengan rapat koordinasi bersama pimpinan cabang olahraga (cabor) untuk menyusun strategi seleksi atlet dan keberangkatan kontingen.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, mengatakan Jambi dipastikan akan ambil bagian pada tujuh dari delapan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON Bela Diri 2026.

BACA JUGA :  Bupati Roby Terima Silaturahmi LAM Bintan, Ajak Bersinergi Jaga Adat dan Budaya

“Tujuh cabang olahraga yang akan diikuti Jambi, yakni kurash, tinju, muaythai, kick boxing, anggar, mixed martial arts (MMA), dan savate,” kata Mat Sanusi, Senin (19/1/2026).

Mat Sanusi menegaskan, persiapan kali ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur. KONI Jambi tidak ingin mengirim atlet tanpa melalui proses seleksi yang jelas dan objektif. Dalam waktu dekat, seleksi atlet akan dilakukan dengan sistem yang lebih modern dan transparan.

Menurut dia, mekanisme seleksi tersebut melibatkan sejumlah bidang teknis di internal KONI, termasuk tenaga ahli olahraga, guna memastikan atlet yang terpilih benar-benar siap bersaing di tingkat nasional.

BACA JUGA :  Kurang dari 24 Jam, Motor Hilang di Kecamatan Penarik Raya Ditemukan Tertutup Pelepah Sawit

“Mekanisme seleksi tidak lagi sekadar berdasarkan rekomendasi, tetapi melalui kajian komprehensif dari berbagai bidang yang ada di KONI,” ujarnya.

Adapun seleksi atlet PON Bela Diri 2026 akan melibatkan tiga unsur utama, yakni Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Sport Science, dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

Binpres akan menilai standar teknik dan kemampuan bertanding atlet, Sport Science mengukur kesiapan fisik serta kondisi medis secara ilmiah, sementara Litbang melakukan analisis data untuk memetakan peluang medali di setiap nomor pertandingan.

BACA JUGA :  450 Prajurit Yonif 142/KJ Kembali dari Papua, Disambut Haru dan Bangga di Jambi

Mat Sanusi menyebutkan, skema seleksi tersebut mendapat respons positif dari para ketua cabor karena dinilai lebih objektif dan terukur.

“Ini pertama kalinya seleksi atlet dilakukan melalui kajian ahli olahraga yang tergabung dalam kepengurusan KONI. Para ketua cabor mengapresiasi langkah ini,” kata dia.

Dengan sistem tersebut, KONI Jambi berharap kontingen yang dikirim ke Sulawesi Utara merupakan atlet terbaik yang memiliki kesiapan fisik, teknik, dan mental untuk bersaing serta membawa prestasi bagi daerah. (*)