Tangan Dingin Leonardo Sirait: Sukses Antarkan Tokoh Papua Tengah ke Panggung Kepemimpinan Nasional”

NABIRE, RJNews.id — Momentum pelantikan mantan Bupati dua periode, Isaias Douw, sebagai Ketua DPW PSI Papua Tengah dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan konsolidasi dan kaderisasi yang dijalankan organisasi nasional Laskar Gibran. Di bawah kepemimpinan Leonardo Pandapotan Sirait, organisasi tersebut disebut mampu memainkan peran strategis sebagai jembatan lahirnya pemimpin nasional lintas partai.

Perjalanan politik Isaias Douw menuju kursi kepemimpinan PSI disebut berawal dari komunikasi intensif bersama jajaran DPP Laskar Gibran. Konsolidasi tersebut kemudian mencapai titik penting ketika Ketua Umum Laskar Gibran memfasilitasi pertemuan langsung Isaias Douw dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Solo pada awal April lalu.

BACA JUGA :  Perkuat Konsolidasi, Pimpinan Laskar Gibran Sowan ke Kediaman Joko Widodo di Solo

Dalam pertemuan tersebut, Isaias Douw menyampaikan komitmennya untuk memperkuat pembangunan di Papua Tengah melalui pemberdayaan generasi muda, penguatan stabilitas politik daerah, serta pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Komunikasi politik itu kemudian berlanjut dengan Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, hingga akhirnya bermuara pada pelantikan Isaias Douw sebagai Ketua DPW PSI Papua Tengah dalam agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Nabire.

BACA JUGA :  Arus Kendaraan Meningkat di Sejumlah Ruas JTTS Selama Long Weekend

Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, S.Ds., M.Pd., menegaskan bahwa organisasinya kini tengah bertransformasi menjadi ruang konsolidasi nasional yang melahirkan figur-figur pemimpin berintegritas dan memiliki kapasitas kepemimpinan kuat.

“Laskar Gibran bukan sekadar organisasi relawan, tetapi telah berkembang menjadi ruang konsolidasi nasional untuk mencetak pemimpin lintas daerah dan lintas partai yang memiliki visi kebangsaan,” ujar Leonardo.

Menurutnya, penguatan jaringan politik dan sosial yang dibangun Laskar Gibran menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan nasional melalui kolaborasi antardaerah, termasuk membangun sinergi antara Papua dan pusat pemerintahan nasional.

BACA JUGA :  Raker MUI, Nusron Wahid Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana

Pelantikan Isaias Douw dinilai juga menjadi simbol menguatnya hubungan strategis antara Papua Tengah dan tokoh-tokoh nasional, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan dan stabilitas politik di kawasan timur Indonesia.

Dengan masuknya Isaias Douw ke jajaran kepemimpinan PSI Papua Tengah, Laskar Gibran disebut berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai organisasi yang mampu menjembatani komunikasi politik, kaderisasi, serta penguatan kepemimpinan nasional di berbagai daerah.