Qiamul Lai Itikaf di Ponpes Darul Arifin: Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Sahur dan Shalat Subuh Bersama Warga

RJ News.id – Gubernur Jambi Al Haris bersama Wakil Gubernur Abdullah Sani mengikuti kegiatan Qiamul Lail yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi di Pondok Pesantren Darul Arifin, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (17/3/2026) dini hari.

Kegiatan yang merupakan agenda rutin selama bulan Ramadan ini dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dan diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jambi serta para santri dan masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Empat Bulan Ditanam Diam-Diam, Ladang Ganja Rumahan Akhirnya Terungkap

Rangkaian ibadah diawali dengan shalat sunah, seperti shalat tasbih, tahajud, hajat, dan taubat yang dipimpin oleh pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin, KH Zainul Arifin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sahur bersama dan shalat subuh berjamaah, yang diiringi pembacaan istighotsah dan wirid.

Gubernur Al Haris mengatakan, kegiatan Qiamul Lail menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas spiritual aparatur pemerintah, sehingga keseimbangan antara tugas kedinasan dan ibadah tetap terjaga.

BACA JUGA :  Kadis PUPR Provinsi : Jadikan HUT ke-69 Momentum Evaluasi dan Akselerasi Pembangunan

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap ibadah para aparatur semakin meningkat. Dengan spiritualitas yang kuat, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” ujar Al Haris.

Ia menambahkan, momentum Ramadan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja.

“Ramadan ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua agar menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” katanya.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Ikuti Salat Ied Bersama Gubernur Al Haris di Islamic Center Jambi

Kegiatan ditutup dengan jalan santai mengelilingi area pondok pesantren yang memiliki luas sekitar 30 hektare, sekaligus meninjau kondisi lingkungan dan fasilitas pesantren. (Adv)