Progres Lambat, Ketua DPRD Jambi Soroti Pembangunan Jalur Khusus Batubara

RJ News.id – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk mempercepat pembangunan jalan khusus pengangkut batubara. Pembangunan infrastruktur ini dinilai penting untuk mengalihkan aktivitas angkutan batubara dari jalan umum ke jalur khusus.

Ia mengatakan skema investasi pembangunan jalan batubara sejak awal memang dirancang melibatkan pihak swasta.

“Sejak awal skemanya melibatkan investor swasta. Saat ini ada tiga pengembang, dan Pak Gubernur menyampaikan niatan menambah investor. Kami di DPRD mendukung langkah tersebut,” ujar Hafiz. Rabu (13/08/2025).

BACA JUGA :  Lengkapi Gaya Berkendara, Honda Hadirkan Aksesori dan Apparel untuk Vario 125

Menurut Hafiz, percepatan pembangunan sangat dibutuhkan agar kendaraan pengangkut batubara tidak lagi melintasi jalan nasional dan jalan kabupaten/kota. Ia menilai penambahan investor dapat menjadi solusi untuk memenuhi target penyelesaian jalur khusus.

“Kalau memang diperlukan dua atau tiga tambahan investor, silakan saja. Yang penting target pembangunan jalan batubara ini bisa segera tercapai,” katanya.

BACA JUGA :  Buka Gubernur Cup di Stadion Swarnabhumi, Al Haris Harap Ada Talenta-Talenta Sepak Bola dari Jambi

Saat ini, pekerjaan jalan khusus dilakukan oleh tiga perusahaan, yakni PT Sinar Agung Sukses, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian Properti. Ketiganya diketahui membuka akses dari mulut tambang menuju area penumpukan (stockpile). Namun, progres pembangunan dinilai masih lambat.

Percepatan pembangunan jalur khusus juga diperlukan untuk mendukung pencapaian kuota penjualan batubara yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada 2024, dari target nasional yang diberikan kepada Jambi, hanya sekitar 11 juta ton yang berhasil terealisasi.

BACA JUGA :  Pertama di Indonesia, Bintan Jadi Pionir Ekspor Ayam Hidup ke Luar Negeri

Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan sejumlah hambatan yang menyebabkan target tidak tercapai, termasuk persoalan transportasi di jalan nasional dan jalur sungai. (Adv)