Progres Lambat, Ketua DPRD Jambi Soroti Pembangunan Jalur Khusus Batubara

RJ News.id – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk mempercepat pembangunan jalan khusus pengangkut batubara. Pembangunan infrastruktur ini dinilai penting untuk mengalihkan aktivitas angkutan batubara dari jalan umum ke jalur khusus.

Ia mengatakan skema investasi pembangunan jalan batubara sejak awal memang dirancang melibatkan pihak swasta.

“Sejak awal skemanya melibatkan investor swasta. Saat ini ada tiga pengembang, dan Pak Gubernur menyampaikan niatan menambah investor. Kami di DPRD mendukung langkah tersebut,” ujar Hafiz. Rabu (13/08/2025).

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris Paparkan Capaian Pembangunan Jambi dalam Paripurna HUT ke-69

Menurut Hafiz, percepatan pembangunan sangat dibutuhkan agar kendaraan pengangkut batubara tidak lagi melintasi jalan nasional dan jalan kabupaten/kota. Ia menilai penambahan investor dapat menjadi solusi untuk memenuhi target penyelesaian jalur khusus.

“Kalau memang diperlukan dua atau tiga tambahan investor, silakan saja. Yang penting target pembangunan jalan batubara ini bisa segera tercapai,” katanya.

BACA JUGA :  Pastikan Arus Nataru Lancar, BPJN Jambi Intensifkan Monitoring Jalan

Saat ini, pekerjaan jalan khusus dilakukan oleh tiga perusahaan, yakni PT Sinar Agung Sukses, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian Properti. Ketiganya diketahui membuka akses dari mulut tambang menuju area penumpukan (stockpile). Namun, progres pembangunan dinilai masih lambat.

Percepatan pembangunan jalur khusus juga diperlukan untuk mendukung pencapaian kuota penjualan batubara yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada 2024, dari target nasional yang diberikan kepada Jambi, hanya sekitar 11 juta ton yang berhasil terealisasi.

BACA JUGA :  Kunjungi Rumah Dilan Madani, Hesti Haris Apresiasi Produk UMKM Binaan TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan sejumlah hambatan yang menyebabkan target tidak tercapai, termasuk persoalan transportasi di jalan nasional dan jalur sungai. (Adv)