Progres Lambat, Ketua DPRD Jambi Soroti Pembangunan Jalur Khusus Batubara

RJ News.id – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk mempercepat pembangunan jalan khusus pengangkut batubara. Pembangunan infrastruktur ini dinilai penting untuk mengalihkan aktivitas angkutan batubara dari jalan umum ke jalur khusus.

Ia mengatakan skema investasi pembangunan jalan batubara sejak awal memang dirancang melibatkan pihak swasta.

“Sejak awal skemanya melibatkan investor swasta. Saat ini ada tiga pengembang, dan Pak Gubernur menyampaikan niatan menambah investor. Kami di DPRD mendukung langkah tersebut,” ujar Hafiz. Rabu (13/08/2025).

BACA JUGA :  DPRD Provinsi Jambi Tegaskan Islamic Center Masih Jadi Tanggung Jawab Kontraktor hingga Januari 2026

Menurut Hafiz, percepatan pembangunan sangat dibutuhkan agar kendaraan pengangkut batubara tidak lagi melintasi jalan nasional dan jalan kabupaten/kota. Ia menilai penambahan investor dapat menjadi solusi untuk memenuhi target penyelesaian jalur khusus.

“Kalau memang diperlukan dua atau tiga tambahan investor, silakan saja. Yang penting target pembangunan jalan batubara ini bisa segera tercapai,” katanya.

BACA JUGA :  Jagung Bhayangkara Merah Putih Panen Perdana di Kepahiang, Hasil Capai 14 Ton

Saat ini, pekerjaan jalan khusus dilakukan oleh tiga perusahaan, yakni PT Sinar Agung Sukses, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian Properti. Ketiganya diketahui membuka akses dari mulut tambang menuju area penumpukan (stockpile). Namun, progres pembangunan dinilai masih lambat.

Percepatan pembangunan jalur khusus juga diperlukan untuk mendukung pencapaian kuota penjualan batubara yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada 2024, dari target nasional yang diberikan kepada Jambi, hanya sekitar 11 juta ton yang berhasil terealisasi.

BACA JUGA :  Panja Migas DPR RI Kunjungi Jambi, Al Haris Tekankan Manfaat Migas untuk Rakyat

Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan sejumlah hambatan yang menyebabkan target tidak tercapai, termasuk persoalan transportasi di jalan nasional dan jalur sungai. (Adv)