Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Edukasi Perlindungan Sosial bagi Masyarakat

RJ News.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi kembali menggelar kegiatan Pojok Berkah di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi sebagai wadah berbagi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat, Rabu (08/07/2026) pagi.

Kegiatan ini menghadirkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra yang memberikan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, baik pekerja formal maupun informal.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat yang hadir menikmati sarapan bersama sembari mendapatkan informasi yang bermanfaat mengenai berbagai program perlindungan yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan.

Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Iin Kurniasih Sudirman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pojok Berkah tidak hanya menjadi tempat berbagi makanan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap kegiatan Pojok Berkah diharapkan selalu menghadirkan informasi yang berguna, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial ketenagakerjaan.

“Hari ini kebetulan donatur berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui sarapan yang dibagikan, tetapi juga melalui pengetahuan yang disampaikan. Kami juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi donatur atau berbagi rezeki melalui kegiatan Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Batang Hari Tegaskan Komitmen Kawal Program Pro Rakyat

Sementara itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Switenia Waputri, mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan TP PKK Provinsi Jambi.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang baik untuk mengenalkan berbagai manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat secara langsung.

“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan untuk berbagi bersama masyarakat melalui kegiatan Pojok Berkah. Selain sarapan bersama, kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk melindungi seluruh pekerja di Indonesia,” katanya.

Switenia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap BPJS Ketenagakerjaan hanya diperuntukkan bagi pegawai perusahaan atau aparatur sipil negara. Padahal, perlindungan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pekerja mandiri seperti pedagang, petani, nelayan, pengemudi ojek online, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor informal lainnya.

Menurutnya, siapa pun yang memiliki aktivitas bekerja dan memperoleh penghasilan memiliki risiko mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lainnya. Oleh karena itu, perlindungan sosial menjadi sangat penting agar keluarga tidak terbebani apabila terjadi musibah.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Kaur Hadiri Paripurna Pelantikan PAW Anggota DPRD Kaur

Ia menerangkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki lima program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja, seluruh biaya pengobatan akibat kecelakaan saat bekerja ditanggung sesuai kebutuhan medis tanpa batas plafon biaya, mulai dari perjalanan berangkat bekerja hingga kembali ke rumah.

“Kalau seseorang mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya perawatan akan ditanggung sesuai indikasi medis. Tidak ada batas maksimal biaya selama memang dibutuhkan untuk proses penyembuhan,” jelasnya.

Ia juga memberikan contoh bahwa terdapat peserta BPJS Ketenagakerjaan yang pernah mengalami kecelakaan kerja dengan biaya perawatan mencapai miliaran rupiah dan seluruhnya ditanggung sesuai ketentuan program.

Selain perlindungan kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Manfaat tersebut diharapkan mampu membantu keluarga yang ditinggalkan agar tetap memiliki keberlangsungan ekonomi.

BACA JUGA :  Ngabuburit Sambil Goro, Gubernur Ansar Pimpin Aksi Bersih Laut di Pulau Penyengat

Switenia menambahkan bahwa perlindungan sosial bukan hanya menjadi kebutuhan pekerja di sektor formal, melainkan juga menjadi kebutuhan seluruh masyarakat yang bekerja.

Menurutnya, iuran kepesertaan yang relatif terjangkau akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar ketika peserta mengalami risiko dalam bekerja.

Dalam kesempatan tersebut, peserta yang hadir tampak antusias mengikuti sosialisasi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai tata cara pendaftaran, besaran iuran, hingga manfaat yang diterima oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui kegiatan Pojok Berkah, TP PKK Provinsi Jambi berharap masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat berupa bantuan pangan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui perlindungan jaminan sosial.

Kolaborasi antara TP PKK Provinsi Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kerja serta membangun keluarga yang lebih sejahtera, mandiri, dan terlindungi dari berbagai risiko sosial ekonomi. (Adv)