Pinto Jayanegara Soroti Deflasi Jambi Juli 2026, Stabilitas Harga Harus Terus Dijaga

RJ News.id – Anggota DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jayanegara, menyambut positif rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi yang menunjukkan Provinsi Jambi mengalami deflasi sebesar 0,06 persen pada Juli 2026.
Menurutnya, perkembangan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat memberikan ruang bagi pengeluaran rumah tangga di tengah biaya hidup yang masih menjadi tantangan.
Pinto Jayanegara mengatakan bahwa data statistik harus dipahami dari sudut pandang masyarakat. Bagi sebagian besar keluarga, penurunan harga kebutuhan pokok akan lebih terasa manfaatnya dibanding sekadar angka dalam laporan ekonomi.
“Bagi masyarakat, yang paling penting bukan tinggi atau rendahnya angka statistik, tetapi apakah harga kebutuhan sehari-hari semakin terjangkau. Jika sebagian komoditas mulai turun, tentu ini menjadi kabar baik yang patut kita syukuri,” ujar Pinto Jayanegara.
Berdasarkan rilis BPS Provinsi Jambi, deflasi Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh turunnya harga bawang merah akibat meningkatnya pasokan pada musim panen. Penurunan juga terjadi pada cabai merah, angkutan udara, telur ayam ras, dan beberapa komoditas lainnya.
Namun demikian, Pinto Jayanegara mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya tantangan ekonomi. Data BPS juga menunjukkan inflasi tahunan Jambi masih berada pada 3,25 persen. Sejumlah komoditas seperti bensin, emas perhiasan, dan daging ayam ras masih mengalami kenaikan harga.
Karena itu, menurut Pinto Jayanegara, upaya menjaga stabilitas harga harus terus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan pengendalian inflasi perlu dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Data ini memberi sinyal yang baik, tetapi kita tetap perlu bekerja agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat semakin kuat,” kata Pinto Jayanegara.
Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jayanegara menilai bahwa keberhasilan pengendalian harga pada akhirnya diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika kebutuhan pokok lebih terjangkau, keluarga memiliki ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan usaha.
Rilis BPS Provinsi Jambi menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi memerlukan kerja bersama. Kabar baik berupa deflasi Juli 2026 patut diapresiasi, sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga kondisi ekonomi daerah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Jambi. (*)
BACA JUGA :  Lepas JCH Kloter Terakhir BTH 25, Gubernur Al Haris: Semoga Layanan Haji Makin Baik, Jamaah Makin Puas