Percepata Perataan Layanan Kesehatan IBI Jember Dukung Program HOME CARE

JEMBER, RJ News.id – Pemerintah Kabupaten Jember mulai mengakselerasi pemerataan layanan kesehatan melalui program HOME CARE. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas deteksi dini penyakit di tengah masih rendahnya capaian pemeriksaan kesehatan masyarakat di Jember.

Ketua IBI Cabang Jember, Bd. Siti Romlah, SST., S.Psi., MM., M.Keb., mengatakan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah merupakan inovasi yang patut diapresiasi karena mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan secara langsung. Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan manfaat optimal apabila didukung dengan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat.

“Kami mendukung penuh Homecare karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana pelaksanaannya nanti tetap memperhatikan beban kerja bidan, sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak yang selama ini menjadi tanggung jawab utama tetap berjalan secara optimal,” ujar Siti Romlah.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kompetensi, DJBC Aceh Latih Pegawai Soal Pemeriksaan Ekspor

Menurut Siti Romlah, Kabupaten Jember selama bertahun-tahun menghadapi persoalan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan prevalensi stunting. Ia menyebut kondisi tersebut baru bergeser menjadi peringkat kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang. Karena itu, upaya memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak dinilai tetap harus menjadi perhatian bersama.

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan, bidan memiliki tugas mendampingi perempuan sejak masa remaja, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, ibu menyusui, hingga tumbuh kembang anak usia balita. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045, yang diawali dengan lahirnya anak-anak sehat, berkualitas, dan terbebas dari stunting.

BACA JUGA :  Puluhan Dompeng Dimusnahkan saat Penertiban Aktivitas PETI di Objek Wisata Dam Betuk Merangin

Ia menambahkan, keberhasilan mewujudkan generasi unggul sangat ditentukan pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yakni sejak anak berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Pada periode inilah pendampingan tenaga kesehatan, khususnya bidan, menjadi kunci untuk memastikan kehamilan berlangsung sehat, persalinan berjalan aman, bayi lahir dalam kondisi baik, serta pertumbuhan dan perkembangannya terpantau secara berkelanjutan.

Di lapangan, lanjutnya, beban pelayanan bidan masih cukup tinggi. Seorang bidan desa rata-rata harus mendampingi sekitar 250 sasaran, mulai dari ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir hingga balita. Meski telah dibantu kader kesehatan, jumlah sasaran yang besar masih menyisakan potensi keterlambatan dalam mendeteksi kasus berisiko tinggi yang dapat berdampak pada meningkatnya AKI, AKB, maupun stunting.

BACA JUGA :  Ketua TP PKK Bintan dan BAZNAS Salurkan Paket Sembako Dhuafa dan Stunting di Tanjung Uban Timur

“Harapan kami, Homecare dapat berjalan selaras dengan tugas pokok bidan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan penataan manajemen yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis upaya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting di Kabupaten Jember dapat terus diperkuat demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkasnya. (Zn)