Pemkot Jambi Kembangkan Jargas, Warga Bisa Hemat hingga Rp150 Ribu per Bulan

RJ News.id – Pemerintah Kota Jambi terus memperluas program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sebagai upaya menyediakan energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan program jargas menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menekan pengeluaran rumah tangga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG subsidi.

“Jargas ini bukan hanya soal energi, tetapi bagaimana pemerintah membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rutin,” ujar Maulana.

Program jargas tersebut juga terintegrasi dalam skema Kartu Bahagia yang digagas Pemkot Jambi. Selain itu, jargas dinilai mampu memberikan alternatif energi yang lebih stabil di tengah dinamika harga energi global.

BACA JUGA :  Terima Aspirasi Ratusan Petani, DPRD Provinsi Jambi Sepakati Tujuh Poin Penyelesaian Terkait Konflik Agraria

Maulana menilai ketergantungan terhadap energi impor, seperti LPG, berpotensi terdampak kondisi geopolitik internasional. Karena itu, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan jargas sebagai solusi jangka panjang.

“Jargas menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas energi rumah tangga,” katanya.

Menurut Maulana, penggunaan jargas dapat menghemat pengeluaran masyarakat hingga sekitar Rp150 ribu per bulan per rumah tangga.

“Jika dihitung dalam setahun, penghematan ini cukup besar dan dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kebutuhan keluarga,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkab Bintan Bahas Kajian Pemekaran Kecamatan Bintan Timur untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Selain itu, jargas dinilai lebih praktis karena masyarakat tidak perlu lagi antre untuk mendapatkan LPG subsidi.

Untuk mendukung pengembangan program, Pemkot Jambi terus memperluas jaringan. Pada 2026, pembangunan jargas mendapat alokasi anggaran sekitar Rp140 miliar dari pemerintah pusat dengan target 15 ribu sambungan rumah tangga baru.

Saat ini, jumlah sambungan jargas di Kota Jambi telah mencapai sekitar 28 ribu rumah tangga dan diproyeksikan terus bertambah.

Maulana juga meminta aparatur sipil negara (ASN) ikut menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, termasuk menjelaskan manfaat jangka panjangnya.

BACA JUGA :  Buka Gubernur Cup di Stadion Swarnabhumi, Al Haris Harap Ada Talenta-Talenta Sepak Bola dari Jambi

“Kami minta ASN turut memberikan pemahaman kepada masyarakat. Proses pembangunan mungkin menimbulkan gangguan sementara, tetapi manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Sejumlah warga pengguna jargas mengaku merasakan manfaat berupa penghematan biaya dan ketersediaan gas yang lebih stabil. Sementara itu, warga yang belum terjangkau berharap program tersebut segera diperluas ke wilayah mereka.

Pemkot Jambi menargetkan program jargas dapat menjadi salah satu solusi utama pemenuhan energi rumah tangga di daerah tersebut. (Adv)