Pemkab Batanghari Resmikan Sentra Ketahanan Pangan di Lapas Kelas IIB Muaro Bulian

rjnews.id/ – Pemerintah Kabupaten Batanghari bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bulian meresmikan program Sarana Asimilasi Edukasi Sentra Ketahanan Pangan, Kamis (25/9/2025).

Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung Asta Cita Presiden RI.

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sadhani, menegaskan program ini merupakan langkah nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

BACA JUGA :  IAEI Jambi 2026-2031 Resmi Dilantik, Al Haris Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Jambi

“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat. Kami juga berkewajiban ikut serta menyukseskan program tersebut,” ujar Ilham.

Wakil Bupati Batanghari, Bakhtiar, menekankan pentingnya pengelolaan lahan secara optimal. Ia meminta agar lahan pertanian ditinjau dan dievaluasi secara berkala untuk menghasilkan peningkatan signifikan.

“Dengan luas wilayah 5.805 kilometer persegi, sebagian besar masyarakat Batanghari mengalihfungsikan lahan dari kebun karet menjadi perkebunan sawit. Namun perkembangan pangan kita masih belum optimal,” kata Bakhtiar.

BACA JUGA :  Efisiensi Anggaran Picu Ancaman PHK PPPK di Daerah, Ribuan Guru dan Nakes Terdampak

Menurut Bakhtiar, program ketahanan pangan di Lapas ini dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemandirian pangan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi, Hidayat, A.Md., IP., S.H., M.M., menjelaskan program tersebut selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Dalam pemasyarakatan ada dua jenis pembinaan, yaitu pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi warga binaan maupun petugas,” jelas Hidayat.

BACA JUGA :  Kapolresta Jambi Pimpin Sosialisasi DIPA RKA-K/L TA 2026 dan Serahkan Rendisgar

Ia menambahkan, keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang jika dikelola dengan teknologi yang tepat.

“Manfaatkan digitalisasi, teknologi, dan informasi untuk pengelolaan pangan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal,” pungkasnya. (Adv)

 

Komentar