Tanjung Jabung Timur, RJNews.id – Ada yang berbeda dari dinamika politik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur belakangan ini. Dua figur perempuan di pucuk pimpinan—Bupati Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., dan Ketua DPRD Zilawati—menunjukkan bahwa membangun daerah tak bisa hanya dilakukan dari balik meja. Pada Selasa (23/6/2026).
Duet Srikandi, ini menapakkan kaki di Kota Yogyakarta dengan satu misi besar: membawa pulang formula terbaik untuk mengentaskan kemiskinan dan *stunting* di daerahnya.
Pertemuan di ruang praktis Balai Kota Yogyakarta hari itu bukan sekadar formalitas birokrasi. Bersama Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, diskusi mengalir tajam seputar intervensi hulu kesehatan ibu anak dan pentingnya menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal.
Namun, esensi studi tiru ini tak berhenti di ruang ber-AC. Dillah dan rombongan memilih turun langsung ke aspal koridor Kampung Jogokariyan. Menatap langsung bagaimana sebuah masjid legendaris mengelola dana umat dengan prinsip “saldo nol rupiah”—memastikan setiap rupiah yang masuk dari donatur langsung berputar menjadi pelayanan kesehatan gratis dan modal usaha bagi kaum dhuafa.
Bagi Dillah, Jogokariyan adalah bukti hidup bahwa pengentasan kemiskinan tidak harus selalu bergantung pada APBD, melainkan pada kemandirian dan kepercayaan masyarakat.
“Belajar dari yang sudah terbukti berhasil adalah jalan pintas yang cerdas untuk membangun daerah,” ungkap Dillah optimis.
Perjalanan ke Yogyakarta ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah ikhtiar presisi untuk membawa perubahan nyata yang langsung menyentuh dapur dan kesehatan warga Tanjung Jabung Timur.










