BOJONEGORO, Rjnews.id – Di bawah hangatnya sinar matahari sore yang menyapa ladang tembakau di Desa Kesongo, sebuah momen sederhana namun penuh makna terekam.
Bukan tentang deru mesin konstruksi atau tumpukan material bangunan, melainkan tentang ketulusan sebuah jabat tangan antara seorang prajurit dan seorang warga sepuh.
Ia adalah Serda Risky, personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro. Di tengah kesibukannya menuntaskan berbagai sasaran fisik program TMMD.
Serda Risky tak melupakan esensi sejati, dari kehadirannya di tengah masyarakat yakni Kemanunggalan TNI dan Rakyat.
Sambil mengenakan seragam loreng kebanggaannya lengkap dengan sepatu boots perkebunan, Serda Risky tampak membungkukkan badan.
Sikapnya penuh rasa hormat saat menyalami, dan berbincang dengan Mbah Zaeni, yang sedang beristirahat di sela-sela merawat tanaman tembakaunya.
Guratan usia di wajah Mbah Zaeni seketika mencair, berganti dengan senyuman hangat saat menyambut uluran tangan sang prajurit.
Komunikasi sosial (Komsos) yang dibangun Serda Risky ini mengalir begitu saja, tanpa sekat, tanpa formalitas, jujur dan apa adanya.
“TMMD ini bukan sekadar membangun jalan, drainase atau rumah secara fisik. Jauh lebih penting dari itu, kami hadir di Desa Kesongo untuk membangun ikatan emosional dan kekeluargaan yang kuat dengan warga,” ungkap Serda Risky, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, mengetahui apa yang mereka rasakan dan mendengarkan cerita mereka adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami.
Program TMMD ke- 129 di Kabupaten Bojonegoro ini memang dirancang untuk mempercepat roda pembangunan Desa Kesongo.
Namun, pendekatan persuasif dan humanis seperti yang dilakukan Serda Risky, membuktikan bahwa TNI senantiasa menempatkan rakyat sebagai ruh utama perjuangan.
Melalui obrolan ringan di ladang tembakau ini, personel Satgas TMMD dapat menyerap aspirasi warga, mendengar keluh kesah pertanian, sekaligus memberikan motivasi moral kepada masyarakat agar tetap semangat beraktivitas.
Bagi warga Desa Kesongo, kehadiran para prajurit yang ramah dan ringan tangan memberikan warna baru di desa mereka.
Mereka tidak lagi melihat TNI sebagai sosok yang kaku, melainkan sebagai anak, saudara, dan pelindung yang siap membantu kapan saja.
Sejak dimulai pada 15 Juli yang lalu, kegiatan program di Desa Kesongo ini akan ditutup 13 Agustus 2026 mendatang.
Kegiatan program tersebut mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Ada tujuh sasaran fisik yang dikerjakan program ini, pembangunan jalan cor beton di Dusun Mundu dan Kedungpandan.
Kemudian ada pembangunan sumur bor dan drainase, rehab sekolah, normalisasi sungai, serta peningkatan kualitas rumah tinggal layak huni.













