Menuju Masa Depan Hijau, Bapperida Mukomuko Gandeng Mitra Internasional

MUKOMUKO, RJ News.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko menjalin kerja sama riset konservasi dengan lembaga internasional SIPEF dan Arcrenosia. Kolaborasi ini difokuskan pada kajian konservasi nilai tinggi selama 10 tahun ke depan.

Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala Bapperida Mukomuko Singgih Pramono dan tim peneliti dari SIPEF serta Arcrenosia di ruang kerja Kepala Bapperida, Rabu (8/4/2026).

Singgih mengatakan, riset ini akan mengkaji konsep High Conservation Value (HCV) atau konservasi nilai tinggi sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di daerah.

BACA JUGA :  Dorong Siswa Berprestasi, SDN 32 Tanjung Pandan Menggelar Pesantren Kilat Selama Ramadan

“Kerja sama ini merupakan langkah awal untuk menyusun kajian konservasi yang akan menjadi acuan pembangunan berkelanjutan di Mukomuko,” ujarnya.

Riset tersebut diharapkan menghasilkan dokumen strategis berupa peta jalan (road map) yang akan menjadi dasar pengembangan investasi hijau (green investment) di daerah.

Seluruh pendanaan riset akan ditanggung oleh pihak mitra melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing). Skema ini dinilai dapat mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pelestarian lingkungan.

BACA JUGA :  LPKA Muara Bulian Bagikan Rapor Paket A, B, dan C kepada 38 Anak Binaan

“Pendanaan sepenuhnya berasal dari mitra, sehingga pemerintah daerah dapat fokus pada pemanfaatan hasil riset untuk kebijakan pembangunan,” kata Singgih.

Menurut Singgih, hasil riset nantinya akan disinergikan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perwakilan mitra, Matthew dan Ofra, yang terlibat dalam riset tersebut.

BACA JUGA :  DPRD Mukomuko Bereaksi Tegas: Pembakaran Limbah Medis B3 di TPA Selagan Raya Tidak Boleh Dibiarkan

“Kami berharap hasil kerja sama ini dapat membuka peluang investasi hijau yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Riset ini disebut sebagai satu-satunya proyek kajian konservasi jangka panjang berskala internasional yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, dengan Kabupaten Mukomuko sebagai lokasi utama.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini dapat memperkuat arah pembangunan berkelanjutan sesuai visi “Mukomuko Maju Berkelanjutan”. (Hd)