Menuju Masa Depan Hijau, Bapperida Mukomuko Gandeng Mitra Internasional

MUKOMUKO, RJ News.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko menjalin kerja sama riset konservasi dengan lembaga internasional SIPEF dan Arcrenosia. Kolaborasi ini difokuskan pada kajian konservasi nilai tinggi selama 10 tahun ke depan.

Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala Bapperida Mukomuko Singgih Pramono dan tim peneliti dari SIPEF serta Arcrenosia di ruang kerja Kepala Bapperida, Rabu (8/4/2026).

Singgih mengatakan, riset ini akan mengkaji konsep High Conservation Value (HCV) atau konservasi nilai tinggi sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di daerah.

BACA JUGA :  Harga TBS Sawit Jambi Menguat, CPO Bertahan di Atas Rp14 Ribu

“Kerja sama ini merupakan langkah awal untuk menyusun kajian konservasi yang akan menjadi acuan pembangunan berkelanjutan di Mukomuko,” ujarnya.

Riset tersebut diharapkan menghasilkan dokumen strategis berupa peta jalan (road map) yang akan menjadi dasar pengembangan investasi hijau (green investment) di daerah.

Seluruh pendanaan riset akan ditanggung oleh pihak mitra melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing). Skema ini dinilai dapat mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pelestarian lingkungan.

BACA JUGA :  Rakor OPD PU Digelar, Dinas PUTR Jambi Fokuskan Program Infrastruktur Tepat Sasaran

“Pendanaan sepenuhnya berasal dari mitra, sehingga pemerintah daerah dapat fokus pada pemanfaatan hasil riset untuk kebijakan pembangunan,” kata Singgih.

Menurut Singgih, hasil riset nantinya akan disinergikan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perwakilan mitra, Matthew dan Ofra, yang terlibat dalam riset tersebut.

BACA JUGA :  Bupati Muaro Jambi Hadiri Penutupan Rakernas XVII Apkasi 2026

“Kami berharap hasil kerja sama ini dapat membuka peluang investasi hijau yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Riset ini disebut sebagai satu-satunya proyek kajian konservasi jangka panjang berskala internasional yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, dengan Kabupaten Mukomuko sebagai lokasi utama.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini dapat memperkuat arah pembangunan berkelanjutan sesuai visi “Mukomuko Maju Berkelanjutan”. (Hd)