LEONARDO SIRAIT TEGAS: LASKAR GIBRAN PILIH KERJA NYATA, BUKAN RIBUT POLITIK! KESEJAHTERAAN RAKYAT NUMERO UNO*

Jakarta, Rjnews.id –  24 November 2026 – Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, S.Ds., M.Pd., menegaskan sikap organisasi yang dipimpinnya dalam menyikapi dinamika politik nasional yang berkembang saat ini. Menurutnya, Laskar Gibran tidak ingin terjebak dalam hiruk-pikuk politik yang menguras energi, sementara kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat jauh lebih penting untuk diperjuangkan.

Dengan nada tegas, namun diselingi guyon khasnya, Leonardo menyampaikan bahwa politik boleh ramai, perdebatan boleh panjang, tetapi rakyat jangan sampai hanya kebagian suara toa dan janji-janji.

“Kalau politik sedang ramai, silakan saja. Kami menghormati dinamika yang ada. Tapi bagi Laskar Gibran, yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat nyata dari kehadiran organisasi ini. Rakyat butuh solusi, bukan sekadar sensasi. Kalau bisa membantu masyarakat, kenapa harus sibuk berdebat?” ujar Leonardo.

BACA JUGA :  Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah

Ia menegaskan, Laskar Gibran akan lebih memprioritaskan program-program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, pengembangan generasi muda, hingga berbagai program yang mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat.

Leonardo juga mengingatkan seluruh jajaran Laskar Gibran di berbagai daerah agar tidak kehilangan fokus hanya karena dinamika politik yang silih berganti.

“Jangan sampai kita terlalu sibuk mengomentari politik, sampai lupa mengomentari harga kebutuhan pokok di pasar. Jangan sampai jempol kita lebih aktif daripada kaki kita turun membantu masyarakat,” katanya, disambut guyonan yang menggambarkan arah gerak organisasi.

BACA JUGA :  Buka Penyusunan RKA-KL 2027, Sekjen ATR/BPN Instruksikan untuk Utamakan Transformasi Layanan Pertanahan dan Penataan Ruang

Menurut Leonardo, sikap tersebut bukan berarti Laskar Gibran menutup mata terhadap perkembangan politik nasional. Organisasi tetap mengikuti dinamika kebangsaan, tetapi memilih menempatkan kerja nyata dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Baginya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan semata-mata seberapa keras pernyataannya di ruang publik, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Politik itu dinamis, hari ini bisa ramai, besok bisa berubah lagi. Tetapi pengabdian kepada masyarakat jangan ikut berubah-ubah. Kita harus konsisten hadir, bekerja, dan memberikan manfaat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Integrasi Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku Berikan Manfaat Lebih dalam Transaksi Pertanahan

Leonardo pun mengajak seluruh kader Laskar Gibran untuk menjadikan momentum dinamika politik saat ini sebagai pengingat agar organisasi semakin solid, produktif, dan dekat dengan masyarakat.

“Kalau ditanya apa yang menjadi nomor satu bagi Laskar Gibran, jawabannya sederhana: kesejahteraan rakyat itu numero uno! Bukan siapa paling ramai, bukan siapa paling banyak berkomentar, tetapi siapa yang paling nyata manfaatnya bagi masyarakat,” pungkas Leonardo.

Pesan Leonardo jelas: politik boleh dinamis, guyon boleh tipis-tipis, tetapi pengabdian kepada rakyat harus serius. Bagi Laskar Gibran, kerja nyata bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus dibuktikan melalui program dan tindakan nyata di tengah masyarakat.