Ketua DPRD Jambi Dorong Kepastian PI, Minimal 9 Persen Jadi Pertimbangan

RJ News.id – Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah menegaskan pembahasan Participating Interest (PI) harus segera menemukan titik terang. DPRD sebelumnya mendorong agar porsi PI yang diterima Provinsi Jambi berada pada angka minimal 9 persen, namun percepatan penyelesaian juga menjadi pertimbangan.

Hafiz mengatakan, DPRD Provinsi Jambi perlu mempertimbangkan besaran PI sekaligus kepastian waktu penyelesaiannya. Menurutnya, keputusan yang terlalu lama berpotensi menunda manfaat PI bagi daerah.

BACA JUGA :  Menarik Perhatian Publik, Upacara HUT RI ke 81, Pejabat Jember Berdiri di Bawah Terik Matahari, Tenda VIP Diprioritaskan untuk Veteran

“Kami kemarin meminta angka PI itu paling kecil di angka 9 persen. Namun, kita juga harus mempertimbangkan permasalahan PI ini cepat selesai,” ujar Hafiz Fattah.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, kondisi keuangan daerah turut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan PI. Pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai kebutuhan pembiayaan, termasuk belanja pegawai dan pembangunan infrastruktur.

Meski demikian, Hafiz menegaskan DPRD Provinsi Jambi belum mengambil keputusan final mengenai besaran PI. Keputusan tersebut harus ditempuh melalui mekanisme kelembagaan DPRD dengan mengedepankan prinsip kolektif kolegial.

BACA JUGA :  Gerakan Jambi Berpantun Raih Rekor MURI, Himpun Lebih dari 100 Ribu Pantun

“Kalau keputusan belum, karena DPRD harus kolektif dan kolegial. Harus diambil keputusan terbanyak dari DPRD,” tegasnya.

Hafiz mengatakan, peluang untuk memperjuangkan PI sebesar 10 persen masih terbuka apabila Panitia Khusus (Pansus) memiliki dasar dan argumentasi yang kuat. Seluruh opsi, menurut dia, masih dapat dibahas sebelum DPRD mengambil keputusan akhir.

Ia menegaskan DPRD akan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan daerah dalam menentukan besaran PI yang disepakati.

BACA JUGA :  Menarik, Enau dan Perunggu Temani Wisnu Shantika Bawakan Lagu Baru di Panggung Pesta Musik Istimewa Riang & Ceria

Sementara itu, apabila kontrak PI dapat ditandatangani pada Agustus 2026, Provinsi Jambi berpotensi mulai menerima bagian pendapatan dari skema tersebut pada September 2026.

Namun, besaran PI yang akan diterima serta mekanisme pencairannya tetap bergantung pada hasil pembahasan dan keputusan akhir para pihak sesuai ketentuan yang berlaku. (Adv)