Ketua DPRD: Jalan Khusus Batubara Harus Jadi Solusi Permanen Kemacetan di Jambi

RJ News.id – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jalan khusus bagi kendaraan angkutan batubara untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan yang selama ini terjadi di jalan umum.

Menurut Hafiz, pembangunan jalan khusus menjadi solusi utama untuk mengalihkan ribuan truk batubara yang setiap hari melintasi jalan nasional dan jalan provinsi. Kehadiran angkutan tersebut selama ini kerap memicu kemacetan panjang, kerusakan jalan, hingga kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA :  Pemprov Jambi Siapkan Rp3 Miliar dan Lahan 4,3 Hektare untuk TPA Sungai Penuh

“Jika jalan khusus segera selesai, truk batubara tidak perlu lagi melewati jalan umum. Ini sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Hafiz. Kamis (7/8/25).

Hafiz menjelaskan, saat ini terdapat tiga perusahaan yang tengah menggarap pembangunan jalan khusus batubara, yakni PT Sinar Agung Sukses, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian Properti. Namun, progres pengembangan masih dinilai lambat sehingga diperlukan percepatan.

Ia mengungkapkan, gubernur telah menyampaikan kemungkinan penambahan investor baru untuk mempercepat penyelesaian jalan khusus. DPRD, kata Hafiz, mendukung penuh opsi tersebut selama bertujuan mempercepat penyelesaian jalur angkutan batubara.

BACA JUGA :  Pemprov Jambi Salurkan 1 Ton Beras untuk Korban Banjir di Merangin

“Kalau memang perlu dua atau tiga investor tambahan, silakan. Yang penting target pembangunan jalan khusus ini bisa segera tercapai,” ujarnya.

Percepatan pembangunan menjadi penting karena hambatan jalur transportasi selama ini berdampak pada distribusi batubara. Tahun 2024, Jambi hanya mampu merealisasikan 11 juta ton dari target nasional akibat kendala transportasi.

Gubernur Jambi, Al Haris, sebelumnya menyebutkan bahwa selain jalur darat, distribusi batubara juga terhambat pada akses sungai sehingga penyelesaian jalan khusus menjadi prioritas.

BACA JUGA :  Pemkab Tanjabtim Dorong Transformasi Budaya Kerja Lewat Penghematan Anggaran

Dengan adanya dukungan legislatif dan eksekutif, diharapkan pembangunan jalan khusus dapat dipercepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan persoalan angkutan batubara tidak terus menjadi masalah tahunan. (Adv)