Ketika Gerobak Dorong dan Peluh Satgas TMMD 129 Bojonegoro Menyejahterakan Warga Kesongo

BOJONEGORO, Rjnews.id – Terik matahari di pertengahan musim tak surutkan langkah para prajurit. Di balik debu material dan deru pengerjaan fisik, sebuah kisah tentang pengabdian dan kemanusiaan terus diukir di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, personel Satgas bergerak cepat menggenjot penyelesaian pembangunan akses jalan utama desa.

Pada Selasa (4/8/2026), fokus pekerjaan bergeser pada detail penting yang menentukan ketahanan jalan cor beton Dusun Kedungpadan yaitu perataan bahu jalan (berem).

Di lokasi pekerjaan, terlihat pemandangan yang menggerakkan hati. Tanpa canggung, para prajurit TNI berseragam loreng bahu-membahu memanfaatkan gerobak dorong atau yang akrab disebut arko.

Alat manual sederhana ini menjadi ‘senjata’ paling ampuh untuk menjangkau sudut-sudut bahu jalan yang masih ledok (cekung dan rendah).

BACA JUGA :  Gelar Patroli Dialogis, Ditpolairud Polda Jambi Dengarkan Keluhan Nelayan dan ABK

Material berem yang menumpuk diusung perlahan, lalu disebar dan diratakan secara manual menggunakan cangkul serta sekop.

Langkah presisi ini dilakukan agar permukaan bahu jalan sejajar sempurna dengan badan jalan beton yang baru selesai dibangun.

Bagi Prada M. Rizki, salah satu anggota Satgas TMMD di lapangan, arko bukan sekadar alat angkut, melainkan sahabat setia dalam mempercepat pengabdian.

“Arko kami gunakan untuk mengambil material berem dan memindahkannya ke bahu jalan yang masih ledok. Setelah itu material diratakan agar permukaannya sejajar dengan badan jalan. Cara ini membuat pekerjaan lebih cepat, efisien, dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Prada M. Rizki sembari menyapu keringat di dahinya.

Perataan bahu jalan mungkin terlihat seperti pengerjaan minor, namun di mata militer dan ahli konstruksi, tahap ini adalah pondasi keselamatan. Bahu jalan yang kokoh dan sejajar akan mencegah lereng jalan terkikis air hujan serta menghindarkan pengendara motor dari bahaya terperosok saat bersimpangan.

BACA JUGA :  Oase Kemanusiaan: Kala Satgas TMMD 129 Bojonegoro Tak Hanya Membangun Infrastruktur, tapi Juga Menjinjing Harapan Lansia

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa ketelitian di setiap jengkal pembangunan adalah bentuk rasa tanggung jawab TNI kepada rakyat.

“Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan maksimal, termasuk perataan bahu jalan yang masih ledok. Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini sangat penting untuk memperkuat konstruksi jalan, menjaga ketahanan badan jalan, serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat saat melintas,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto penuh optimisme.

Ia juga menambahkan, kunci utama dari cepat dan rapinya pengerjaan ini tak lepas dari denyut gotong royong yang hidup antara prajurit TNI dan warga setempat.

BACA JUGA :  Bikin Usaha Jadi Mudah: TMMD 129 Bojonegoro buat Pelaku UMKM Kesongo Senyum Sumringah

Manunggalnya antara TNI dengan rakyat menjadi bahan bakar utama yang melipatgandakan semangat di lapangan.

Bagi warga Desa Kesongo, akses jalan yang mantap dan rapi bukan sekadar bentangan beton tipis di atas tanah, jalan ini adalah urat nadi kehidupan baru.

Pembangunan infrastruktur ini diyakini akan memangkas waktu tempuh, mempermudah pengangkutan hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat rural Kedungadem.

Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro optimistis seluruh target sasaran fisik dapat rampung tepat waktu.

Sebuah bukti nyata bahwa ketika peluh prajurit menyatu dengan harapan rakyat, jalan menuju kesejahteraan tak lagi sekadar impian.