KAUR, RJ News.id – Jenazah prajurit TNI AD, Pratu Bayu Oktara, anggota Yonif 323/Buaya Putih Brigif 13 Kostrad yang gugur saat menjalankan tugas di Timika, Papua, dijadwalkan tiba di rumah duka di Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Bengkulu, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 12.20 WIB.
Informasi tersebut disampaikan berdasarkan laporan resmi jajaran Kostrad mengenai rencana pemulangan jenazah almarhum dari Timika menuju kampung halamannya di Kabupaten Kaur.
Pratu Bayu Oktara lahir di Bintuhan pada 16 Oktober 2002. Almarhum berpangkat Prajurit Satu (Pratu) dengan NRP 1722110020008320. Dalam organisasi satuan, ia menjabat sebagai Tamunisi 2/Morri/Ban/C Yonif 323/BP/13/1 Kostrad, sedangkan dalam penugasan operasi tergabung sebagai Tabakpan 1 Tim 11 Detasemen 5 Satgas Rajawali-4/Mambri.
Almarhum merupakan putra pasangan Husni Tamrin dan Rahima yang berdomisili di Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Saat ini, almarhum masih berstatus belum menikah.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, jenazah diberangkatkan dari Timika pada Minggu (28/6/2026) menggunakan pesawat Batik Air penerbangan ID-6261 menuju Makassar dengan jadwal keberangkatan pukul 14.20 WIT dan tiba pukul 16.10 WITA.
Selanjutnya, jenazah diterbangkan dari Makassar menuju Jakarta menggunakan Batik Air penerbangan ID-6231 dengan jadwal keberangkatan pukul 21.05 WITA dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 22.20 WIB.
Pada Senin (29/6/2026) pagi, jenazah kembali diberangkatkan dari Jakarta menuju Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, menggunakan Super Air Jet penerbangan IU-834. Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 06.05 WIB dan tiba di Bengkulu pukul 07.20 WIB.
Setelah tiba di Bengkulu, jenazah akan dibawa melalui jalur darat menuju rumah duka di Kabupaten Kaur dengan estimasi perjalanan sekitar empat hingga lima jam. Jenazah diperkirakan tiba di rumah duka sekitar pukul 12.20 WIB.
Di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, prosesi penyambutan akan dilakukan oleh personel Kodim 0408/Bengkulu Selatan. Selanjutnya, upacara pemakaman militer dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Semaku.
Kodim 0408/Bengkulu Selatan telah menyiapkan seluruh rangkaian prosesi pemakaman militer, termasuk regu salvo. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Mayor Inf Henry Binsar A. Marpaung, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Danramil 04/Kaur Selatan.
Sementara itu, dari jajaran Kostrad, proses pengawalan jenazah selama perjalanan turut didampingi personel Satgas Rajawali-4/Mambri. Pendamping dari satuan operasi adalah Lettu Inf Femmy Yohara, selaku Komandan Tim 11 Detasemen 5 Satgas Rajawali-4/Mambri.
Selain penyambutan di Bengkulu, jajaran pimpinan Kostrad juga dijadwalkan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum saat transit di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Prosesi tersebut akan dipimpin Pangkostrad bersama para pejabat utama Kostrad dengan menggunakan pakaian dinas lapangan Cakra Kostrad sesuai ketentuan yang berlaku.
Prosesi penghormatan terakhir menjadi bentuk penghargaan institusi kepada Pratu Bayu Oktara atas pengabdian dan dedikasinya selama menjalankan tugas negara di Papua. (Jhr)













