HUT ke-27 Sarolangun, Gubernur Al Haris Tekankan Hari Jadi Sebagai Momentum Evaluasi dan Perkuat Sinergi Pembangunan

RJ News.id – Gubernur Jambi, Al Haris menekankan pentingnya evaluasi pembangunan, penguatan sinergi antarpemerintah, dan ketepatan penggunaan anggaran dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun.

Ia mengingatkan agar setiap program pembangunan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun Tahun 2026 di Gedung DPRD Kabupaten Sarolangun, Senin (12/10/2026) pagi.

Rapat paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Ahmad Jani.

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan bahwa hari jadi kabupaten tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial.

Peringatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk mensyukuri capaian yang telah diraih, mengevaluasi kekurangan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita menyadari bahwa perjalanan Kabupaten Sarolangun sejak terbentuk hingga memasuki usia ke-27 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Berbagai capaian pembangunan telah berhasil diraih, tetapi di sisi lain masih terdapat tantangan dan pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, maupun pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Al Haris.

Ia menilai, keterbatasan kemampuan fiskal menuntut pemerintah daerah untuk semakin cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.

Dengan wilayah yang luas dan anggaran yang terbatas, program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok miskin.

Dalam kesempatan itu, Al Haris memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Sarolangun yang menunjukkan perkembangan positif. Capaian tersebut dinilainya menjadi modal penting untuk mewujudkan Sarolangun MAJU, yakni Muda, Agamis, Jujur, dan Unggul.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat paripurna, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun pada 2025 mencapai 4,78 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 3,73 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 juga naik menjadi 74,72, bertambah 0,96 poin dari 73,76 pada 2024.

BACA JUGA :  DPRD Dorong Pemprov Jambi Benahi Tata Kelola ASN dan Tuntaskan PPPK

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 67,44 persen.
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 turun menjadi 4,68 persen, dibandingkan 5,03 persen pada tahun sebelumnya.

Adapun tingkat kemiskinan masih berada pada angka 8,74 persen sehingga membutuhkan intervensi dan kerja sama berbagai pihak.

“Capaian tersebut patut kita syukuri dan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan,” kata Al Haris.

Menurutnya, posisi geografis Sarolangun juga menjadi potensi yang perlu dioptimalkan. Kabupaten tersebut memiliki peran strategis sebagai wilayah transit dan penghubung antardaerah di Provinsi Jambi.

Potensi itu, lanjutnya, perlu didukung dengan penguatan konektivitas, pengembangan ekonomi daerah, peningkatan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor-sektor unggulan.

Al Haris juga menyoroti keberadaan dua bandara di kawasan sekitar Sarolangun yang dinilainya dapat mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah.

“Kondisi Sarolangun hari ini sangat beruntung. Kenapa? Posisinya diuntungkan oleh hadirnya dua bandara di sekitar Sarolangun, ada Bandara Bungo dan Bandara Lubuk Linggau, Bandar Udara Silampari. Ini dua-duanya menopang Sarolangun,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Al Haris turut menyampaikan apresiasi kepada para pendiri Kabupaten Sarolangun dan para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan hingga daerah itu memasuki usia ke-27 tahun.

Al Haris soroti penanganan karhutla
Selain pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Al Haris menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

Ia mengakui bahwa penanganan karhutla menjadi tantangan tersendiri bagi kepala daerah. Pemerintah dituntut bergerak cepat mengatasi kebakaran sekaligus merespons tuntutan masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkannya.

“Saya tidak pakai baju adat hari ini, pertama masih ada karhutla di Air Hitam. Sarolangun masih ada api. Sekarang ini luar biasa, pemimpin ini, bupati, gubernur ini maju ke depan dihadap tengah api, mundur ke belakang dimarahi masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA :  DSD Jambi Meningkat, Gubernur Al Haris Dorong Kabupaten/Kota Perkuat Daya Saing Lokal

Al Haris menjelaskan, kebiasaan membakar lahan untuk membuka kebun atau ladang telah berlangsung sejak lama. Menurutnya, kondisi lingkungan pada masa lalu berbeda dengan saat ini karena kawasan hutan dan rawa masih lebih luas sehingga dampak asap tidak seperti yang dirasakan sekarang.

Karena itu, ia menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi, kata dia, terus berupaya melakukan penanganan dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Saya juga mengajak seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi untuk terus proaktif memadamkan karhutla di wilayahnya masing-masing,” tegas Al Haris.

Ia kembali mengingatkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun harus menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurutnya, efisiensi tidak boleh sekadar dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi harus diarahkan pada penguatan prioritas agar anggaran yang tersedia memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari Jadi ke-27 ini hendaknya menjadi momentum evaluasi dan introspeksi, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Efisiensi harus kita maknai sebagai upaya memperkuat prioritas dan memastikan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Al Haris atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun.

Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama yang berkesinambungan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Ia menyebut, berbagai capaian yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin terdahulu, mulai dari masa pemerintahan Muhammad Madel dan Maryadi Syarif, Hasan Basri Agus dan Cek Endra, hingga kepemimpinan yang dijalankannya saat ini.

BACA JUGA :  Bupati Bengkulu Tengah Berlakukan Fleksibilitas Jam Kerja ASN, Kinerja Akan Dievaluasi Menyeluruh

“Pembangunan Kabupaten Sarolangun adalah hasil kerja keras kita bersama di era masing-masing pemerintahan sebelumnya, mulai dari periode Bapak Haji Muhammad Madel dan Haji Maryadi Syarif, Bapak Hasan Basri Agus dan Bapak Haji Cek Endra, hingga periode kepemimpinan kami saat ini. Insya Allah, tongkat estafet pembangunan ini akan terus dilanjutkan oleh putra-putri terbaik daerah ini di masa mendatang,” ujar Hurmin.

Hurmin menjelaskan, pemerintahannya telah menetapkan lima misi utama sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan visi Sarolangun Maju. Kelima misi tersebut menjadi arah kebijakan sekaligus acuan kerja seluruh perangkat daerah.

Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Kedua, mewujudkan nilai-nilai keagamaan, menjaga kearifan adat istiadat, serta mendorong pengembangan kepemudaan.

Ketiga, meningkatkan pembangunan infrastruktur pelayanan umum yang merata dan berkualitas.

Keempat, mendorong kemajuan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kelima, mewujudkan budaya birokrasi yang berakhlak, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurut Hurmin, visi dan misi tersebut harus diwujudkan melalui program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen perencanaan atau slogan pemerintahan.

“Visi dan misi ini bukan sekadar slogan, tetapi janji kami kepada masyarakat yang akan kami wujudkan. Melalui kerja nyata, kami berkomitmen memastikan bahwa setiap program pemerintah yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, sinergi antara DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, dan seluruh lapisan masyarakat perlu terus diperkuat.

Pada usia ke-27 Kabupaten Sarolangun, Hurmin mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Ia berharap, kolaborasi yang berkelanjutan dapat mempercepat terwujudnya Sarolangun yang Maju, Agamis, Jujur, dan Unggul. (Adv)