RJ News.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang melalui Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Jambi menggelar Pelatihan Tailor Made Training Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sanggar Batik Selaras Pinang Masak, Seberang Kota Jambi, dengan fokus pada peningkatan keterampilan menjahit baju kurung basiba dan membatik tulis bagi para perajin, Kamis (22/102026) pagi.
Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., (Hesti Haris) menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kreativitas, dan kemampuan para perajin dalam mengembangkan produk kerajinan daerah agar memiliki nilai tambah dan daya saing.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan adanya kerja sama ini. Pelatihan yang dilaksanakan mencakup menjahit baju kurung basiba, yang merupakan salah satu busana tradisional, serta membatik. Ini menjadi kesempatan bagi para perajin untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas mereka,” ujar Hesnidar Haris.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut menyasar peserta dengan tingkat kemampuan yang berbeda, baik peserta yang ingin mempelajari keterampilan dari dasar maupun perajin yang telah memiliki kemampuan untuk meningkatkan keahlian mereka.
Menurutnya, pelatihan lanjutan menjahit dilaksanakan selama delapan hari agar peserta memiliki waktu yang cukup untuk memperdalam keterampilan dan mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk yang berkualitas.
Dalam pelaksanaannya, Dekranasda Provinsi Jambi menyediakan fasilitas tempat pelatihan membatik di Sanggar Batik Selaras Pinang Masak, sedangkan pelatihan menjahit dilaksanakan di fasilitas Satpel PVP Jambi. Dekranasda juga berperan dalam menyiapkan peserta yang mengikuti program tersebut.
Hesnidar berharap, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Jambi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut. Dalam waktu dekat, mudah-mudahan dapat dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kerja sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan para perajin,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Satpel PVP Jambi, Anton Hilman, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Dekranasda Provinsi Jambi merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi usaha kerajinan daerah.
Ia menjelaskan, sejumlah program telah dilaksanakan melalui kerja sama tersebut, di antaranya pelatihan menjahit, membatik tulis, serta pelatihan pemasaran digital yang sebelumnya telah dilaksanakan untuk mendukung pengembangan usaha para perajin.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap keterampilan peserta semakin meningkat sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian mereka setelah mengikuti pelatihan. Kami ingin kemampuan yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan,” kata Anton.
Anton menambahkan, Dekranasda memiliki peran penting karena berhubungan langsung dengan pengembangan kerajinan daerah dan pembinaan para pelaku usaha. Melalui sinergi tersebut, hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan produksi dan pengembangan UMKM di Provinsi Jambi.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing produk lokal. Oleh karena itu, pelatihan vokasi perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara lembaga pelatihan dan organisasi yang membina para perajin.
Pada pelaksanaan Tailor Made Training Tahun Anggaran 2026 ini, tercatat sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan, terdiri atas 16 peserta pelatihan membatik dan 16 peserta pelatihan menjahit.
Melalui program ini, Dekranasda Provinsi Jambi bersama Satpel PVP Jambi berharap para peserta mampu meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan produk kerajinan yang berkualitas dan bernilai ekonomi.
Upaya tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat industri kerajinan lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi. (Adv)













