Heboh Bantuan Kapal 10 GT Tanjab Timur, Berikut Penjelasannya

Tanjung Jabung Timur, RJNews.id – Berita dugaan ketidaksesuaian kapasitas Gross Tonnage (GT) pada program bantuan kapal nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus bergulir dan heboh. Berita tentang dugaan tersebut ramai diperbincangkan. Pasalnya, diketahui Pemkab Tanjab Timur telah mencanangkan program bantuan kapal 10 GT akan tetapi setelah terealisasi kapal yang datang justru diduga 16 GT.

Dinas Perikanan Kabupaten Tanjab Timur memberikan klarifikasi tentang perbedaan cara pandang terhadap GT kapal nelayan tersebut. Kepada sejumlah media, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tanjab Timur, Hendri, mengungkap bahwa kapal yang dipesan adalah kapal 10 GT sesuai dengan dokumen perencanaan yang dibuat sebagai acuan kerja pengadaan.

Soal dugaan perbedaan yang timbul dari 10 GT menjadi 16 GT, Direktur PT Cahaya Anggun Segara selaku pelaksana pekerjaan mengungkap alasannya. Menurut Bambang, perbedaan itu terjadi karena perbedaan cara pandang terhadap Gross Tonnage yang benar. Dijelaskannya, Gross Tonnage dihitung berdasarkan volume total seluruh ruang tertutup di dalam sebuah kapal, bukan dari dimensi panjang lebar atau tinggi sebuah kapal.

BACA JUGA :  Gelar Cahaya IWO Ramadhan, IWO Tanjab Timur Berbagi Nasi Kotak Dan Bukber

Terkait kapal nelayan Tanjab Timur yang dikerjakan perusahaannya, ditegaskan Bambang tidak ada sama sekali perbedaan dengan dokumen perencanaan dan sesuai dengan hasil survei di lapangan tempat calon penerima bantuan kapal sebelum dikerjakan. Hanya saja, tambahnya, ruang tertutup pada kapal kayu nelayan yang dijadikan acuan dalam survei,lebih sedikit.

Sedangkan pada kapal fiber yang dibuat ruang tertutupnya lebih banyak karena ada ruang yang disiapkan untuk peralatan navigasi dan elektronik lainnya, ada GPS dan sebagainya di ruang itu.

BACA JUGA :  Temui Menteri PKP RI, Bupati Dillah Kejar Program Rumah Rakyat

“Jadi kenapa ketemunya 16 GT karena ada ruang tertutup yang lebih banyak sehingga mempengaruhi perhitungan Gross Tonnage nya. Bukan dimensi kapalnya yang jadi lebih besar atau dimensinya bertambah, karena yang jadi dasar perhitungan Gross Tonnage itu hanya jumlah ruang tertutup dalam kapal,’’ jelas Bambang melalui video conference, Selasa 7 April 2026.

‘’Kami bisa saja mengurangi Gross Tonnage kapal itu jadi 10 GT tanpa harus merubah dimensi ukuran kapal, tinggal bongkar saja ruang tertutup di kapal itu, tetapi kan sayang, ruang tertutup itu dibutuhkan untuk keamanan peralatan penting, kasihan nelayan di sana kalau dibongkar,’’ terang Bambang.

Bambang juga memastikan bahwa kapal yang mereka produksi adalah kapal baru dan sesuai dengan pesananan sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan yang mereka terima dari Dinas Perikanan Tanjabtim.

BACA JUGA :  Pertajam Rencana Hilirisasi Kelapa Dalam, Bupati Dillah Hich Datangi BAPPENAS

Bantuan kapal nelayan 10 GT merupakan program strategis pemerintahan Dillah Hikmah Sari – Muslimin Tanja. Program ini merupakan terobosan berani yang inovatif untuk mempercepat laju pengentasan kemiskinan di kawasan pesisir khususnya keluarga nelayan. Dengan program ini Dilla – Muslimin ingin nelayan Tanjabtim lebih berdaya saing dengan kemampuan jelajah yang makin luas dengan tangkapan yang makin meningkat signifikan.

“Kita ingin nelayan kita lebih tangguh dan berdaya saing. Jangkauan arung mereka lebih luas dan menghasilkan tangkapan yang lebih besar. Karena itu program ini juga berbasis kelompok sebagai stimulan dengan dukungan sarana prasarana termasuk penguatan SDM terintegrasi,’’ sebut bupati Dillah saat menjelaskan program ini beberapa waktu lalu.#