Harga Sembako Murah, Cek Kesehatan Gratis, TMMD 129 Bojonegoro Jadi Magnet Warga

BOJONEGORO, – Rjnews.id –  Rangkain pelaksanaan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur desa.

Beragam kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat sasaran program terpadu dan lintas sektoral yang mengankat tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini juga menjadi bagian penting dari program tersebut.

Salah satunya yang paling menarik perhatian warga masyarakat adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pasar murah yang digelar dilokasi TMMD ke- 129 Bojonegoro tepatnya dihalaman Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Sejak pagi, warga masyarakat dari Desa Kesongo maupun desa-desa sekitar tampak memadati lokasi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan Jawa Timur ini untuk memanfaatkan dua layanan tersebut.

Layanan kesehatan gratis disediakan melalui kolaborasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro melalui Puskesmas Kedungadem dan Puskesmas Kesongo.

Warga desa setempat yang berusia 20 hingga 60 tahun, cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan pemeriksaan Kesehatan gratis alias tanpa dipungut biaya.

BACA JUGA :  Hut ke 75, Ditpolairud Polda Jambi Gelar Sholat Ghaib, dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berbagai layanan kesehatan yang tersedia meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular.

Dokter Puskesmas Kedungadem, dr. Bowo Luhur Santoso, mengatakan, kegiatan dalam rangka mendukung pelaksanaan program TMMD ke- 129 ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

“Deteksi dini sangat penting, terutama untuk penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi maupun asam urat. Dengan pemeriksaan rutin, penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya di sela kegiatan, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, keterlibatan sektor kesehatan dalam kegiatan TMMD merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat hingga ke wilayah pedesaan.

Tingginya antusiasme warga terlihat dari antrean panjang yang sudah terbentuk sejak pagi. Banyak warga mengaku terbantu karena bisa memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.

Selain layanan kesehatan, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro ini juga menghadirkan pasar murah mandiri yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

BACA JUGA :  Kades Kesongo: TMMD 129 Bojonegoro Dongkrak Ekonomi dan Ubah Wajah Desa

Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat sasaran pelaksanaaan kegiatan ditengah harga sejumlah kebutuhan yang masih cukup tinggi.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro menegaskan bahwa kegiatan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan desa maupun rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), tetapi juga memperhatikan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“TMMD hadir bukan hanya membangun jalan dan rumah, kami juga ingin membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Karena itu kegiatan nonfisik seperti pelayanan kesehatan gratis dan pasar murah juga menjadi bagian penting dari program ini,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Seorang warga Dusun Mundu, Desa Kesongo, Sri Minarsih (49), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan gratis tersebut. Selain memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, ia juga membeli kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah.

BACA JUGA :  Sekda Sudirman Tegaskan Pemprov Berkomitmen Memperkuat Keterbukaan Informasi Publik

“Terima kasih kepada TNI, Pemkab Bojonegoro dan semua pihak yang sudah mengadakan kegiatan ini. Biasanya kalau cek kesehatan harus ke puskesmas, sekarang bisa gratis. Sekalian belanja sembako dengan harga lebih hemat,” tuturnya.

Sri Minarsih juga mengungkapkan bahwa selisih harga sejumlah kebutuhan pokok dalam pasar murah mandiri di kegiatan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem ini cukup signifikan.

“Salah satunya minyak goreng kemasan dua liter, yang biasanya dijual sekitar Rp42 ribu, namun di pasar murah mandiri TMMD ini hanya dibanderol sekitar Rp32.500,” pungkasnya.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo akan berlangsung selama 30 hari mulai dari tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 mendatan, dengan rangkaian kegiatan meliputi pekerjaan fisik maupun nonfisik.

Melalui berbagai program tersebut, TNI bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap manfaat TMMD benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesehatan, kesejahteraan dan ketahanan ekonomi warga.

Jangan Lewatkan