Jakarta, RJNews.id – Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., atau akrab disapa Dillah Hich menyatakan kesiapannya dalam menyokong rencana strategis Mabes TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayahnya. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengamankan sekaligus membangun kawasan pesisir pantai timur Sumatera secara terintegrasi.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Dillah Hich dalam pertemuan bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tri Budi Utomo di Aula Pertemuan Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta (26/26). Agenda strategis ini merupakan tindak lanjut dari permintaan audiensi yang dilayangkan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI (Ditjen Pothan Kemhan).
Dalam pertemuan tersebut, Dillah Hich menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyambut baik proyeksi pembentukan satuan non-tempur tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab siap membantu memfasilitasi lahan strategis sesuai kebutuhan guna menampung seluruh infrastruktur pangkalan dan fasilitas penunjang militer.
Langkah ini diambil mengingat Tanjab Timur memikul tanggung jawab geostrategis yang dengan panjang garis pantai membentang hingga 230 kilometer. Dan menjadi Wilayah terdepan di Provinsi Jambi yang langsung berhadapan dengan jalur perairan internasional strategis di pantai timur Sumatera.
” Pemkab siap bersinergi dan memfasilitasi penyediaan lahan demi memastikan Batalyon Teritorial Pembangunan ini segera terwujud,” Papar Dillah Hich dihadapan Wakasad, dan jajaran pejabat Kementrian Pertahanan.
Dengan terwujudnya Rencana strategis ini nantinya, menurut Dillah, akan memberi dampak positif bagi masyarakat Tanjung Jabung Timur, sebab keberadaan batalyon non tempur ini, akan membawa beberapa sektor krusial, diantaranya ketahanan Pangan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitas kawasan, hingga tanggap darurat kebencanaan dan pelestarian lingkungan, selain penguatan pangkalan TNI AL . “Bakal ada ribuan Prajurit TNI akan tinggal di Tanjabtim,” ujarnya.
Pemkab Tanjab Timur, lanjut Bupati, mengusulkan Kecamatan Sadu sebagai lokasi untuk pembangunan Batalyon ini, selanjutnya akan disurvey dan pelaksanaan secara keseluruhan di bawah kewenangan dan tanggung jawab dari Direktorat Jendral Potensi Pertahanan pada Kementrian Pertahanan RI.
Bupati mengharapkan, melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan ini, TNI AD tidak hanya bertindak sebagai penjaga kedaulatan dari ancaman fisik, melainkan hadir sebagai mitra strategis Pemkab Tanjab Timur dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di sepanjang sabuk pertahanan pantai timur Provinsi Jambi.













