Ajak Orang Tua dan Masyarakat Cegah Kenakalan Remaja, Polres Tanjab Timur Berkesinambungan Gencarkan Sosialisasi Anti Geng Motor

Tanjung Jabung Timur, RJNews.id – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Bhabinkamtibmas (BKTM) Polres Tanjung Jabung Timur secara bersinambung melaksanakan sosialisasi pencegahan keterlibatan remaja dalam geng motor di sejumlah desa dan kelurahan pada Minggu (12/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan secara serentak oleh para Bhabinkamtibmas di wilayah binaan masing-masing, yakni BKTM Sungai Jeruk Bripka Rindedi Marantika, BKTM Alang-Alang Bripka Syaiful Anwar, BKTM Catur Rahayu Aipda Eko Bayu, BKTM Koto Kandis Bripka Hendri Rono, BKTM Kampung Laut Aipda Jupri, BKTM Rantau Rasau II Aipda Binsar Hutahayan, BKTM Kuala Dendang Aipda Zulrizal, BKTM Mencolok Bripka Muzakir, BKTM Sukamaju Aiptu Andi Simatupang, BKTM Lambur II Aipda Paluti, BKTM Bako Tuo Bripka Acok Hasanudin, BKTM Sungai Beras Aipda Fajri, BKTM Tri Mulyo Aiptu H. Simalango, BKTM Sungai Itik Aipda Rahadian Putra, BKTM Lagan Ulu Aiptu Arif Yunanto, serta BKTM Nipah Panjang II Brigpol Ramadani Panjaitan.

BACA JUGA :  Cari Warga Yang Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Batang Mesumai Merangin

Dalam sosialisasi tersebut, para personel menyampaikan bahwa keberadaan geng motor berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, tindak kriminal, hingga keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Selain memberikan edukasi kepada kalangan remaja, petugas juga mengajak orang tua, guru, tokoh adat, tokoh agama, serta perangkat desa untuk berperan aktif dalam membina dan mengawasi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang mengarah pada aksi geng motor.

BACA JUGA :  Cegah Peristiwa Kekerasan Disekolah, Intelijen Kejari Tanjab Timur Laksanakan JMS di SMPN 17

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para pelajar dan remaja diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum apabila terlibat dalam aksi kekerasan jalanan maupun tindak pidana lainnya. Mereka diedukasi bahwa keterlibatan dalam geng motor dapat berujung pada sanksi pidana serta berdampak buruk terhadap masa depan.

Sosialisasi juga menekankan pentingnya upaya pencegahan terhadap berbagai perilaku yang kerap berkaitan dengan aktivitas geng motor, seperti penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong), balap liar, serta penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA :  Bangun Kota Jambi Bahagia, Walikota Maulana Dorong Peran Aktif Majelis Taklim

Di sisi lain, pihak kepolisian terus mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dengan membatasi aktivitas di luar rumah pada malam hari dan tidak memberikan izin mengendarai sepeda motor kepada anak yang belum memenuhi persyaratan usia maupun ketentuan hukum.

Melalui kegiatan preventif ini diharapkan tercipta kesadaran hukum yang lebih baik di kalangan generasi muda, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, serta semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai mitra dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.