BOJONEGORO, – Rjnews.id – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur desa.
Kegiatan sinergitas yang digelar bersama TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait itu juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah mandiri.
Pasar murah mandiri yang dipusatkan di pelataran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro tersebut ramai dikunjungi warga sejak dibuka.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga aneka jajanan khas hasil produksi masyarakat Desa Kesongo.
Salah satu stan yang menjadi perhatian warga adalah penjualan telur ayam yang berasal dari Program Gayatri.
Telur tersebut dijual dengan harga hanya Rp20.000 per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran yang berkisar antara Rp25.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
Kartinem, salah seorang warga Desa Kesongo, mengaku senang dan sangat terbantu dengan adanya pasar murah mandiri dalam rangka mendukung rangkaian program TMMD ke- 129 tersebut.
Menurutnya, selisih harga yang lebih murah sangat berarti untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya kalau beli telur di luar harganya sekitar Rp25 ribu sampai Rp27 ribu per kilogram, di sini hanya Rp20 ribu. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Rabu (15/07/2026)
Kartinem juga berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat terus mengembangkan Program Gayatri agar manfaatnya semakin luas dan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya telur, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0813 Bojonegoro yang telah menghadirkan pasar murah sebagai bagian dari rangkaian TMMD ke-129.
Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, saluran air, dan fasilitas umum, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Terima kasih kepada Kodim 0813/Bojonegoro yang telah menghadirkan TMMD di Desa Kesongo. Kami merasakan manfaatnya, bukan hanya pembangunan infrastruktur desa yang semakin baik, tetapi juga perekonomian masyarakat ikut bergerak melalui adanya pasar murah ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pasar murah mandiri tersebut, TMMD ke- 129 menjadi bukti sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang menyeluruh.
Tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.








